Jumat, 29 Agustus 2014

Bayan subuh Maulana Ismail Uspra, Ijtima’ Tongi 2002

Assalamualaikum wrb,

Allah SWT yang mencipta segala-galanya. Segala yang terlihat dan tidak terlihat dicipta oleh Allah SWT. Allah SWT mencipta makhluk adalah untuk ujian bagi manusia supaya mengenal Allah SWT. Allah SWT menjadikan semua makhluk dengan qudrat Allah SWT. Mati dan hidup semua di tangan Allah SWT.

Keadaan-keadaan yang wujud di antara hidup dan mati semua Allah SWT yang mewujudkan. Apa yang berlaku dalam semua kehidupan makhluk bergantung dengan qudrat Allah SWT. Apa yang wujud semua dari Allah SWT, ikhtiar manusia juga dari qudrat Allah SWT dan bukan usaha manusia.

Terbentuk kehidupan dan kemusnahan, kebaikan, keburukan bukan bergantung pada makhluk atau asbab tetapi bergantung kepada qudrat Allah SWT. Oleh itu Allah SWT telah hantar nabi-nabi dan rasul-rasul untuk memahamkan kepada manusia supaya menjalani kehidupan ini mengikut kehendak Allah SWT.

Begitulah semua 124 ribu nabi dan rasul diutus ke muka bumi ini supaya menyeru manusia kepada beriman kepada Allah SWT. Begitulah seterusnya dakwah Rasulullah SAW.

Baginda SAW menyeru bahwa semua keadaan yang wujud datang daripada qudrat Allah SWT. Apa yang berlaku dan sedang berlaku serta apa-apa yang akan berlaku semuanya datang dari Allah SWT. Inilah dakwah nabi-nabi termasuk Nabi SAW bahwa kejayaan manusia bukan bergantung kepada apa yang diusahakan oleh manusia, akan tetapi bergantung kepada apa yang ditetapkan oleh Allah SWT. Kelemahan manusia ialah yakin manusia terkesan dengan apa yang dilihat memberikan manfaat dan mudharat.

Sebenarnya kesan manfaat dan mudharat pada asbab itu bukan dari makhluk tersebut, tetapi Allah SWT yang memberi kesan. Makhluk itu sebenarnya tidak dapat berbuat apa-apa. Maulana memberi contoh mengenai bola lampu dan kabel letrik, sebenarnya benda itu tidak dapat mengeluarkan cahaya tetapi arus letrik itu adalah berpunca daripada generator letrik. Begitulah semua apa yang kita lihat, kebaikan dan keburukan datang dari qudrat Allah SWT. Begitulah dakwah Anbiaأ¢â‚¬â„¢ menyeru manusia kepada zat dan qudrat Allah SWT.

Hari ini apabila umat telah tinggalkan dakwah, maka yakin umat dan fikiran umat telah rosak. Semua ini berpunca daripada perbicaraan yang salah dan tidak lagi membicarakan kebesaran Allah SWT. Syaitan datang untuk membawa kita menjadi orang yang didakyahkan kepada perkara bathil. Inilah perbicaraan rata-rata orang Islam di seluruh dunia dimana mereka tidak lagi berbicara tentang kebesaraan Allah SWT, sebaliknya membicarakan kehebatan dunia. Dengan ini manusia yakin pada benda atau asbab yang dibicarakan dan tidak lagi terkesan dengan kekuasaan dan qudrat Allah SWT. Oleh itu kesesatan telah merata di seluruh dunia.

Sesungguhnya kehidupan manusia bukan tebentuk dari harta benda, tetapi kehidupan manusia terbina dengan iman dan amal. Untuk keselamatan dan keamanan usaha atas iman perlu diadakan, dimana manusia akan benar-benar yakin terhadap zat dan qudrat Allah SWT. Allah SWT yang memelihara rezeki seluruh makhluk termasuk diri kita. Dalam pembinaan iman, jangan campur-adukkan kebesaran Allah dengan ghairullah (selain dari Allah).

Melalui usaha dakwah Allah SWT akan kembangkan hidayah ke seluruh alam. Melalui dakwah manusia kepada kebesaran Allah SWT, maka Allah SWT akan memasukan iman dalam diri orang yang membicarakan kebesaran Allah SWT. Begitu juga jika kita dakwahkan kehidupan suci murni Nabi SAW, orang itu yang akan dapat taufik hidayat untuk mengamalkan sunnah-sunnah Nabi SAW, dan kehidupan sunnah akan tersebar. Oleh itu kita perlu membentuk iman supaya wujud suasana iman bukan saja di marhalah kita tetapi di seluruh alam.

Apabila kita tinggalkan dunia ini dalam jazbah orang yang hidupkan usaha Nabi SAW, maka kita akan dibangunkan di hari akhirat bersama Nabi SAW. Oleh itu asas kerja kita perlu usahakan kerja Nabi. Kerja Nabi tidak perlukan harta dan benda tetapi keinginan dalam hati. Jadikan kerisauan dan fikir kita seperti fikir risau Nabi SAW. Apabila pembicaraan mengenai kebesaran Allah SWT telah umum, maka Allah SWT akan wujudkan isti’dat kcpada seluruh umat untuk mengamalkan keseluruhan agama. Allah SWT sendiri akan wujudkan agama di seluruh alam. Oleh itu, kita perlu bergerak membuat kerja Nabi SAW diseluruh alam. Kita perlu bertaubat bersungguh-sunggun kerana tidak menjadikan fikir Nabi SAW sebagai fikir kita dan tidak menjadikan maksud hidup Nabi SAW sebagai maksud hidup kita.

Kita perlu yakin dengan janji Allah SWT. Allah SWT berfirman yang maksudnya, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kami membantu agama Allah, Allah akan membantu kamu”. Allah akan bertindak mengikut sangkaan manusia. Kita perlu berhajat kepada Allah SWT, kita perlu selalu menuju kepada Allah SWT. Kita perlu senantiasa mendengar pembicaraan iman, perlu memberi keputusan untuk menghidupkan kerja Nabi ke seluruh alam hingga akhir hayat kita.

(Dipetik daripada Bayan subuh Maulana Ismail Uspra, Ijtima’ Tongi 2002.)
« Baca Selengkapnya »

BAYAN MAGHRIB MAULANA SA'AD : SETIAP ORANG HARUS BUAT USAHA DAKWAH


Manusia adalah sebaik-baik ciptaan Allah s.w.t dan mempunyai kelebihan dari makhluk yang lain. Manusia merupakan asbab hidayah untuk orang lain. Manusia adalah untuk manusia yang lain. Segala macam boleh dikerjakan manusia, tetapi manusia dijadikan oleh Allah untuk kepentingan manusia yang lain. Kita menganggap bahwa manusia boleh melakukan segala sesuatu. Padahal manusia tidak bebas dalam perbuatannya. Manusia dikirimkan ke dunia ini untuk maksud yang tertentu. Bukan untuk kepentingan dirinya sendiri saja. Semua ciptaan Allah s.w.t, selain manusia, tidak diberi satu tanggungjawab apapun tetapi manusia dicipta oleh Allah s.w.t untuk kepentingan sesama manusia. Manusia ini diciptakan oleh Allah s.w.t untuk kepentingan ummat manusia, sebagai pembawa hidayah dari Allah s.w.t dan sebagai asbab-asbab hidayah untuk yang lainnya. Bukan untuk diri sendiri saja.
 
Kita tahu maksud kejadian sesuatu benda, Jika digunakan untuk diri sendiri atau digunakan oleh orang lain dengan cara yang salah, maka akan menghapuskan maksud kejadian perkara tersebut. Kalaulah suatu benda itu dapat digunakan untuk maksud yang lain selain dari  maksud ia diadakan/diciptakan, maka benda itu tidak akan dapat memberikan faedah kecuali untuk kemanfaatan ia dibuat. Jika benda itu digunakan pada maksud yang lain, maka benda itu akan hilang kemanfaatnnya, dan benda itu akan binasa/rusak. Suatu benda yang dijadikan untuk maksud yang tertentu kalau digunakan untuk maksud itu, baru benda itu  akan dapat bermanfaat. Akan tetapi kalau digunakan untuk maksud yang lain, maka benda itu sendiri akan hilang manfaatnya, dan akan binasa/rusak.
Manusia akhir zaman dijadikan oleh Allah s.w.t dengan satu tujuan yang besar dan diberi kemampuan yang besar oleh Allah s.w.t. Kalau manusia ini terpesona hanya kepada ibadat saja, dan meninggalkan dakwah, maka nilai/kedudukan manusia sebagai ummat akhir zaman akan hilang/rusak. Sekarang ini manusia ummat akhir zaman telah meninggalkan usaha nabi-nabi, yaitu dakwah. Mereka telah usaha atas benda-benda sehingga mereka telah yakin terhadap benda-benda. Sekarang ini, usaha atas Islam sendiri tidak ada, telah hilang. Manusia telah diberi satu kerja dan kerja itu telah diingkari/ditinggalkan oleh manusia itu sendiri. Ketika manusia digunakan bukan untuk usaha atas manusia, maka yakin manusia akan rusak. Apabila usaha manusia telah rusak, maka keyakinan manusia juga akan rusak.
Berbagai usaha telah dilakukan oleh manusia dan manusia yakin bahwa dia akan berjaya dengan usahanya. Dia telah menetapkan usaha tertentu untuk dirinya. Usaha sebenarnya untuk manusia telah diberitahu oleh Allah s.w.t. Allah berkata, “Kamu adalah sebaik-baik ummat”. Ummat ini bukan untuk jadi kerajaan, bukan untuk jadi pegawai, ummat ini bukan untuk perniagaan. Ummat ini diketahui tujuan maksud hidupnya oleh yang menciptakan sendiri. Dialah yang tahu apa yang diciptakan. Apabila manusia ini meninggalkan jalan nabi-nabi, dan kemudian membuat usaha atas benda-benda, maka inilah awal mula kerusakan aqidahnya. Mula-mula masuk cinta dunia kepadanya dan kemudian hilang ibadah daripadanya. Kerugiannya, kebinasaannya, lahir daripada perkara ini yaitu bila dia menukar usahanya. Oleh kerana itu, perkara pertama yang harus diusahakan adalah perkara usaha sesuai yang menciptakan dirinya yaitu usaha Rasul saw. Tanpa perkara ini, manusia tidak akan betul.
Sekarang ini, pedagang dengan perniagaannya, petani dengan pertaniannya, pemerintah dengan pemerintahannya, apa saja usaha yang sedang mereka lakukan akhirnya mereka telah yakin dengan usaha-usaha mereka sehingga mereka sangat yakin kepada usaha mereka, dan  mereka tidak yakin dengan usaha orang lain. Semua kerja tersebut bukan kerja ummat ini. Kerja ummat ini adalah untuk menyeru manusia kepada Allah s.w.t, mengajak manusia kepada perintah Allah s.w.t, menghalangi ummat daripada perkara-perkara yang dilarang oleh Allah s.w.t. Inilah kerja ummat ini. Dengan kerja inilah insaniah, kemanusiaan, sifat-sifat kemanusiaan akan kekal dalam ummat.
Yang mengetahui tujuan suatu benda adalah penciptanya. Pencipta suatu benda lebih tahu tujuan benda itu diciptakan. Sekiranya benda tadi digunakan selain dari tujuan pencipta yang menciptakannya, maka pertama, manfaat tidak akan didapat dari benda tersebut, kedua, benda itu sendiri akan rusak. Allah s.w.t yang menciptakan manusia ini. Dia lebih faham, Dia lebih tahu dengan ciptaanNya dan maksud ciptaanNya. Allah s.w.t telah terangkan maksud kejadian umat ini, yaitu “takmuruuna bil makruf, wa tanhauna ‘anil munkar” (mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran).

Sekiranya manusia buat usaha atas benda lain, maka manusia sendiri akan rusak dan manfaat tidak akan didapat pada manusia. Sekarang ini, manusia telah menjadikan segala usaha-usaha sebagai tujuan mereka, sebagai usaha mereka. Pedagang telah usaha atas perniagaan, tukang kebun telah usaha atas kebun, pekilang telah usaha atas perkilangan, semua jenis usaha masing-masing telah dibuat, hasil daripada usaha akan datang keyakinan. Sekarang ini usaha atas benda-benda ini telah begitu hebat sehingga masing-masing telah yakin dengan usaha masing-masing, dia akan dapat kejayaan. Begitu sekali keyakinan mereka sehingga mereka menolak usaha yang lain. Peniaga yakin bahwa dengan perniagaanlah mereka akan berjaya dan mereka tidak yakin lagi bahwa dengan pertanianlah akan berjaya. Demikian juga dengan petani, telah yakin bahwa dengan pertanianlah mereka akan berjaya dan petani tidak yakin lagi bahwa dengan perniagaan akan berjaya. Masing-masing sudah tidak yakin antara satu sama lain kerana usaha mereka begitu rupa. Jadi, sepatutnya usaha yang seharusnya diusahakankan adalah usaha untuk membina manusia sendiri.
Oleh karena semua usaha-usaha tadi adalah untuk membina benda, dan bukan untuk membina manusia, maka pertanian, perniagaan, perkilangan, semuanya usaha untuk membina benda tersebut, hasilnya benda-benda naik mutunya, naik nilainya, tetapi manusia sendiri menjadi rusak. Manfaat yang sebenarnya dan sepatutnya didapati dari manusia, tidak didapat lagi karena manusia telah mngubah jalan usahanya. Tidak semua usaha yang dilakukan akan diterima oleh Allah s.w.t, Tidak semua usaha akan diberi ganjaran oleh Allah s.w.t. Tidak semua usaha dijanjikan hidayat oleh Allah s.w.t. Tidak semestinya manusia buat suatu usaha, mesti dapat hidayat. Suatu usaha tidak akan mendapat jalan yang lurus, jika tidak sungguh-sungguh. Jika membuat usaha atas satu perkara maka jalan itu akan terbuka/terbentang di depannya. Jalan yang mana dilakukan dengan mujahadah dan diusahakan, maka jalan itu akan terbuka di depannya, tetapi tidak mesti usaha yang dilakukan akan mendapat hidayat dari Allah s.w.t.
Jalan untuk dapat hidayat ditentukan oleh Allah s.w.t hanya dengan jalan nabi-nabi. Ini telah ditentukan oleh Allah s.w.t. Sebanyak mana kita mujahadah dalam jalan nabi-nabi, sebanyak itulah kita akan dapat hidayah. Usaha usaha selain itu, tidak akan dihiraukan oleh Allah s.w.t. Siapa yang memilih jalan lain daripada Islam, sekali-kali tidak akan diterima oleh Allah s.w.t. Allah s.w.t tidak akan terima daripadanya. Barangsiapa yang meninggalkan jalan nabi-nabi, maka akan meninggalkan medan usaha nabi-nabi. Selain daripada usaha nabi, semua usaha yang lain, adalah usaha dunia, usaha atas benda-benda.
Kita faham bahwa saya bertanggungjawab pada rumah saya, anak-isteri saya. Tanggungjawab ini disempurnakan oleh binatang-binatang juga tetapi tidak ada nilai apa-apa pun untuk mereka dalam menunaikan tanggungjawab untuk isteri dan anak-anak mereka. Tidak ada ganjaran daripada Allah s.w.t. Banyak manusia menyusahkan diri tetapi menginginkan ganjaran atas keletihan dia, maka dia perlu bawa diri dia atas jalan yang betul. Berjalan di atas jalan yang betul, barulah Allah s.w.t akan beri ganjaran padanya. Allah s.w.t telah letakkan syarat, “Yang bermujahadah di jalan Kami, sesiapa yang bermujahadah di jalan Kami, pasti kami beri hidayah padanya”. Siapa yang terpesona dari jalan yang sebenarnya, tidak ada jaminan hidayat daripada Allah s.w.t.
Seorang rahib telah mujahadah diri dalam beribadat kepada Allah s.w.t. Umar r.a lalu di depan menara rahib itu dan berkata, “Bawa dia turun dari menara”. Wajah dia telah pucat kerana mujahadahnya, kurus kering, tanggung kesusahan, kehidupan yang susah, tidak makan, tidak minum, jalani kehidupan ‘rahbaniah’. Pilih semua kesusahan yang ada dalam ibadat. Umar r.a menengok dia dan kemudian menangis. Orang tanya kenapa menangis terhadap rahib itu? “Saya menangis kerana saya lihat keadaan rupa parasnya, saya teringat ayat Allah s.w.t, Allah s.w.t berkata, “Tidakkah engkau tahu satu orang yang menyusahkan diri untuk ibadat sehingga kesan ibadatnya datang pada wajahnya”, kesan letih beribadat, nampak di wajahnya pucat tetapi usahanya salah, bukan jalan yang betul . Usahanya telah keluar daripada cara kenabian. Dia buat usaha tetapi keluar dari jalan kenabian. Dia buat ibadat tetapi keluar daripada jalan kenabian, dia bawa ‘rahbaniah’ dalam ibadat dan dia telah tinggalkan tanggungjawab dakwah, hidup dengan bersendirian. Umar r.a menangis tengok wajah dia, dia bermujahadah begitu sekali, usaha begitu sekali, tetapi kesemua usahanya sedang masukkan dia ke dalam jahanam.

Iman ini dalam dakwah, dalam ibadah, dalam muamalat, dalam muasyarah, dalam akhlak, semua perkara telah diberi pengajaran, telah diikatkan, tidak ada kebebasan dalam ibadah, tidak ada kebebasan dalam akhlak. Apa yang dia hendak, dia boleh buat, apa yang dia suka makan, dia makan, apa yang dia suka pakai, dia boleh pakai, apa cara yang dia hendak kahwin, dia kahwin, tidak! Dia tidak ada kebebasan langsung, dalam ibadat, dalam usaha. Dalam ibadat dia diperintahkan, dalam usaha dia diperintahkan. Ibadat kepada Allah s.w.t tetapi dia tidak terima Nabi Muhammad s.a.w. Khulasahnya, manusia di dunia ini buat usaha tetapi selagi usahanya tidak mengena, tidak sesuai, tidak tepat sebagaimana yang ditunjukkan oleh nabi-nabi, maka usahanya tidak akan mendatangkan faedah, malah akan membinasakan dirinya sendiri. Usahanya sia-sia saja, dalam berbagai hal.
Jika dalam ibadah tidak membawa cara Nabi s.a.w, maka tidak akan diterima oleh Allah s.w.t. Dalam Quran diberitahu, “Dia buat usaha susah-susah, mujahadah, tetapi dia akan dibakar oleh api yang panas”. Manusia ini, dalam setiap hal, bukan saja dalam iman dan ibadah, tetapi juga dalam muamalatnya, kerja-kerja dunianya, perniagaannya, pertaniannya, kerja dunia yang lain, dalam muasyaratnya, dalam kehidupan rumahtangganya, kehidupan hariannya, dalam akhlaknya, semua sekali dia tidak bebas, dia tidak bisah berbuat apa yang dia suka, tetapi dia diperintahkan oleh Allah s.w.t. Segala perbuatannya harus sesuai seperti yang diperintahkan oleh Allah s.w.t.
Nabi-nabi tidak pernah menjadikan medan usaha mereka selain daripada manusia. Tidak pernah usaha atas bumi, tumbuhan, benda-benda, menjadi medan usaha nabi-nabi, tetapi medan usaha ambiya a.s hanyalah manusia. Oleh karena itu, dalam hadits diberitahu, “Manusia itu sendiri seumpama lumbung”. Bila dia usaha atas satu perkara, perkara itu akan terbuka di depannya. Nabi tidak berkata, bukit-bukit itu lumbung, lumbung biasanya tempat orang buat usaha. Nabi mengatakan bahwa manusia itu sendiri lumbung. Manusia mempunyai sifat yang mana sifat-sifat yang hebat itu akan dzahir apabila diusahakan atas mereka. Ketakutan atas senjata bila usaha atas senjata dibuat. Bumi akan keluarkan kemanfaatan, bila manusia buat usaha atas bumi.
Amal manusia itu sendiri lebih kuat daripada segala sesuatu yang ada diantara langit dan bumi. Amal yang keluar daripada badan manusia. Tetapi sekarang ini kekuatan manusia digunakan di tempat yang lain, salah tempat, maka dzahir kekuatan daripada benda-benda. Sedangkan benda-benda ini telah ditundukkan untuk khidmat/melayani manusia. Benda-benda yang sepatutnya tunduk pada manusia telah menguasai manusia. Sekarang ini, benda-benda ini tidak lagi jadi benda yang bagi kesenangan pada manusia, sebaliknya ia menjadi benda yang merusakkan manusia karena manusia telah lupa usaha yang sebenarnya. Nabi berkata, “Manusia ini adalah seumpama lumbung emas dan perak”. Apabila diusahakan ke atasnya maka akan dzahir amal daripada mereka.
Ambiya a.s, nabi-nabi datang buat usaha atas hati-hati manusia karena tempat iman hanyalah hati. Anggota- tubuh manusia adalah tempat dzahirnya amal. Tempat iman adalah hati. Oleh kerana itu, riwayat ada mengatakan, “Ambillah fatwa dari hati kamu sendiri”. Hati ini akan jadi mufti yang betul, mem fatwa yang betul, bila mata hati itu terbuka, nampak, ada basirah, hati yang ada iman. Nifak, sifat munafik adalah kebutaan pada hati. Allah s.w.t kata, “ Bukanlah buta mata-mata mereka, tetapi buta hati yang ada dalam dada-dada mereka”. Oleh kerana itu, medan usaha nabi-nabi adalah hati-hati manusia supaya hati kenal zat Allah s.w.t yang maha tinggi. Nabi-nabi kenalkan Allah s.w.t kepada hati-hati manusia karena iman duduk pada hati manusia. Iman kena sampai pada tempatnya yang sebenarnya. Nabi-nabi usaha atas iman dan atas hati-hati manusia. Semua anggota manusia adalah tempat zahirnya amal. Islah/perbaikan akan datang sebab adanya iman. Amal akan datang sebab adanya iman. Dari kepala hingga ke kaki, gunakan semua anggota tubuh atas dasar hukum Allah s.w.t, itulah dinamakan Islam dan ini akan datang dengan kekuatan iman. Tanpa iman atau iman yang lemah, maka akan dzahir amal-amal yang bukan Islam. Semua amal manusia dalam apa lapangan pun yang mengikut hukum Allah s.w.t, ikut sunnah Nabi s.a.w, itulah yang dinamakan Islam. Amal akan dzahir melalui anggota-anggota tubuh sebanyak mana ada iman dalam hati. Islam adalah kedzahiran iman. Islam tidak ikut suasana, Islam tidak ikut keadaan tetapi Islam ikut iman. Islam tidak ikut suasana, Islam tidak ikut keadaan. Amal yang dibuat ikut suasana, amal yang dibuat ikut keadaan, bukan Islam.
Amal yang dibuat dengan dasar iman akan menukarkan keadaan dan suasana. Untuk membina amal, harus membina iman. Amal yang dibuat dengan iman akan kekal dan atas itulah ada janji-janji Allah s.w.t.
Pengenalan orang Islam, Nabi s.a.w berkata, “Orang Islam adalah orang yang mana, orang Islam yang lain tidak dapat kesusahan daripada lidah dan tangannya”. Nabi s.a.w berkata, “Islam itu bukan hanya satu amal saja tetapi seluruh lapangan hidup manusia untuk ikut peritntah Allah s.w.t, itulah Islam”. Dalam setiap lapangan dalam hidup ada pengenalan dalam Islam. Pengenalan orang Islam dalam setiap lapangan hidup. Dalam perniagaan, dalam pertanian, dalam kehakiman, dalam muasyarat, kalau hendak menengok Islam, tengoklah orang Islam dari perkara itu. Kamu hidupkan hukum-hukum Allah s.w.t dalam lapangan hidup kamu, hidupkan sunnah-sunnah nabi dalam lapangan hidup kamu, itu akan menjadi asbab hidayat untuk manusia.
Maulana Yusuf rah. kata, “Barangsiapa yang menambahkan sifat-sifat Islam dalam diri dia, maka dialah yang akan jadi sumber hidayat untuk ummat”. Kita hendak usahakan sifat-sifat nubuwah/kenabian dalam diri kita. Sifat-sifat ini akan datang berkadar dengan iman. Iman akan datang berkadar dengan usaha. Bukan dengan perniagaan, bukan dengan pertanian, bukan dengan kerja-kerja pejabat. Iman tidak akan datang dengan perkar-perkara ini. Iman akan datang dengan kerja dakwah. Semua nabi-nabi datang dengan kerja dakwah karena keistimewaan dakwah itu sendiri untuk membina iman. Dakwah bukan hanya untuk memperkenalkan Islam atau untuk memperkenalkan amal Islam tetapi keistimewaan dakwah adalah untuk membina keyakinan. Semua orang perlu pada dakwah supaya dia dapat membina iman dan yakin. Orang yang paling baik pun tidak terlepas daripada keperluan dakwah. Siapa yang buat kerja dakwah, dia akan buat untuk dia diterima.
Maulana Yusuf rah. kata, “Sebanyak mana kelemahan iman, sebanyak itulah niat akan rusak”. Niat yang rusak datang daripada kelemahan iman. Kerusakan yakin menyebabkan amal yang dibuat bukan karena Allah s.w.t. Yakin yang rusak menyebabkan cacat dalam niat. Keistimewaan dakwah ialah untuk membina iman. Dakwah diberikan untuk bina yakin. Untuk kukuhkan iman, kerja-kerja nabi adalah dakwah ‘illallah’. Bukan diri sendiri saja buat dakwah tetapi mereka menjadikan orang yang mereka dakwah juga sebagai da’i. Nabi sendiri telah memberitahu bahwa barangsiapa yang terima dakwah ditangan Nabi, maka pada masa itu juga dia akan jadi da’i. Bagi dakwah untuk bina iman dia sendiri dan pada masa yang sama juga dia jadikan orang lain da’i. Ini cara dakwah Nabi s.a.w.
Usaha untuk iman tidak diberi tumpuan. Orang tidak sangka bahwa iman itu pun satu benda yang perlu diusahakan. Mereka menyangka, beramal (buat amal) kemudian barulah iman akan meningkat, sedangkan tanpa iman, amal tidak ada roh. Kalau tidak ada keyakinan pada janji-janji Allah s.w.t, apakah benda yang akan bawa manusia kepada hukum-hukum Allah s.w.t? Siapakah yang akan timbulkan harapan pada janji-janji Allah s.w.t? Siapa akan bawa manusia ini takut pada ancamann Allah s.w.t? Oleh kerana iman, sahabat-sahabat senantiasa ada fikir. Sebanyak mana iman bertambah, maka sebanyak itulah dia akan takut kepada nifaq. Hanzalah r.a kata dia telah munafik. Abu Bakar r.a kata dia telah munafik. Ini orang Badar, orang Uhud, tidak pernah mungkir janji, tidak pernah khianat mana-mana amanah, tidak pernah ada mana-mana alamat nifaq pun pada mereka, tetapi sebabnya hanya keadaan mereka berlainan depan Nabi s.a.w, dengar cerita syurga, neraka dan apabila mereka pulang ke rumah, sudah berubah. Mereka dengar, orang-orang beriman ini, seolah-olah mereka nampak Allah s.w.t di mana-mana pun. Perasaan mereka depan Nabi s.a.w telah hilang, sebab itu dia kata, “Hanzalah telah munafik”. Abu Bakar dengar dan Abu Bakar kata, “Ini pun berlaku pada kita juga”.
Sebanyak mana iman meningkat, sebanyak itulah seseorang akan takut pada nifaq, akan benci pada nifaq. Tidak mungkin ada alamat-alamat nifaq dalam diri mereka. Oleh karena kita tidak ada tumpuan pada iman, walaupun ada tanda-tanda nifaq dalam diri kita, tetapi kita sangka kitalah orang yang sempurna. Tidak penuhi janji, khianat dalam amanah, sangka ia satu kejayaan bila dapat khianat amanah orang. Ini semua tanda-tanda nifaq karena tidak ada iman. Oleh karena itu, perkara yang pertama dan utama yang perlu diusahakan ialah atas iman. Iman akan datang bila usaha atas iman.
Usaha iman ialah menyeru manusia kepada Allah s.w.t tetapi kita telah salah faham yaitu dakwah untuk orang lain. Dakwah sebenarnya untuk da’i itu sendiri. Dakwah ialah untuk orang yang buat dakwah itu sendiri. Siapa yang bagi dakwah untuk dia sendiri, maka dengan dakwah itu, yakin dia akan bertambah dan orang yang didakwah akan datang kepada apa yang da’i itu yakini. Dakwah adalah untuk da’i itu sendiri. Dakwah untuk pendakwah itu sendiri. Jangan kita salah faham yaitu dakwah untuk orang lain. Apabila kita bagi dakwah pada orang lain untuk bina iman kita, untuk bawa diri kita sendiri kepada amal, untuk bawa yakin kita kepada Allah s.w.t, maka dakwah cara itu akan bawa keyakinan pada diri dia sendiri.
Bila dakwah keluar daripada ummat, maka keluar yakin daripada ummat. Bila yakin telah keluar daripada ummat, maka dia akan bergerak mengikut tempat yang dia nampak ada manfaat. Tidak nampak lagi jalan untuk ambil manfaat dari khazanah Allah s.w.t, melalui perintah-perintah Allah s.w.t. Dia tidak yakin lagi dengan melakukan larangan-larangan Allah s.w.t, dia akan dapat kejayaan dan dia akan taat pada apa yang dia yakin. Manusia beribadat atas apa yang dia yakin.
Rukuk (tunduk), itu bukan hanya ibadat, kita tidak tunduk di depan selain daripada Allah s.w.t, berarti kita tidak beribadat selain daripada Allah s.w.t. Ibadat bukannya tunduk di depan suatu benda. Islam bukannya tundukkan kepala pada benda-benda, Islam adalah serahkan diri pada Allah s.w.t. “Diri saya dan harta saya, daripada lahir hingga mati, seluruh ibadat, seluruh pengorbanan”. Yang dimaksudkan dengan sembahyang ialah pengorbanan diri. Semuanya diserahkan kepada Allah s.w.t, itulah yang dinamakan Islam. Bukan hanya untuk tundukkan kepala. Ibadat bukan hanya tundukkan kepala.
Apa yang diyakini, kita akan taat pada benda-benda itu. Apa yang kita yakin, kita akan beibadah pada benda-benda itu. Nabi s.a.w telah beritahu dalam satu riwayat, “Bila taat hanya pada satu benda, maka dia telah beribadat pada benda itu”. Kita tengok antara kita sendiri, kita taat isteri kita, kita taat perniagaan kita, kita taat kedai kita, kita taat kerajaan kita, kita taat selain daripada Allah s.w.t. Kita lihat diri kita masing-masing. Bila taat pada benda itu, maka dia sedang beribadat kepada benda itu, mahfum hadith Nabi s.a.w, seorang sahabat, dia seorang nasrani, dia telah beriman dengan Nabi s.a.w. Selepas masuk Islam dia tanya, “Wahai Rasulullah, sebelum beriman dengan tuan kami beribadat kepada Allah juga, kami taat pada Allah juga, kami tidak pernah terima selain daripada Allah sebagai Rab, kami hanya taat pada Allah s.w.t. Sebelum datang kepada tuan, kami dalam satu agama yang beribadat kepada Allah s.w.t, tetapi kami tidak faham, dalam Quran ada ayat yang mengatakan, ‘Mereka telah menjadikan rahib-rahib mereka sebagai tuhan, sebagai Rab, selain daripada Allah s.w.t’, kenapa Allah s.w.t berkata demikian dalam Quran? Nabi s.a.w jawab, “Beritahu aku, apabila rahib-rahib kamu, mereka menghalalkan perkara yang haram, mengharamkan perkara halal, adakah kamu terima mereka?” Kata sahabat tadi, “Ya, apa yang mereka kata kami terima”. “Kalau kamu terima mereka, maka kamu telah beribadat kepada mereka”.
Kita tengok kilang, pekebun-pekebun, pemerintah-pemerintah, tengok mayoritas ummat,  kita taat sesuatu perkara, maka kita sedang beribadat kepada benda itu. Segala ibadat-ibadat badan, segala ibadat-ibadat harta, diri dan harta, semua untuk Allah s.w.t. Keyakinan pada janji-janji Allah s.w.t akan menyebabkan manusia taat perintah Allah s.w.t, menjalankan hukum-hukum Allah s.w.t. Taat disebabkan janji-janji Allah s.w.t. Sebanyak mana keyakinan kepada janji-janji Allah s.w.t, maka sebanyak itulah manusia akan mampu untuk taat perintah Allah s.w.t tetapi keyakinan pada makhluk, kejahilan pada agama, kesesatan dari segi aqidah akan datang bila manusia tinggalkan dakwah. Bila tinggalkan dakwah, pertama, kejahilan, kedua, kesesatan dari segi aqidah. Tidak akan kenal siapa yang menciptakannya. Bila tinggalkan dakwah, keyakinan pada Allah s.w.t akan keluar, keyakinan pada selain dari Allah s.w.t akan masuk sehingga insan tidak bisa membedakan manakah jalan kejayaan untuknya. Adakah kejayaan saya dalam perintah-perintah Allah s.w.t ataupun dalam bentuk-bentuk dunia.
Apa yang didakwahkan, itulah keyakinan yang akan masuk ke dalam hati. Ini satu perkara yang pasti. Kalau buat perniagaan, tidak mungkin akan datang yakin kepada Allah s.w.t, kalau buat dakwah kepada pertanian, tidak mungkin akan datang keyakinan pada Allah s.w.t. Dakwah kepada selain daripada Allah s.w.t tidak mungkin akan datang keyakinan Allah dalam hati. Keyakinan pada Allah s.w.t datang hanya dengan dakwah kepada Allah. Yakin kepada Allah s.w.t akan datang bila kita bawa hamba Allah kepada Allah s.w.t. Bila ummat telah hilangkan dakwah, maka datang satu keadaan yang mana telah menyebabkan hilang amalan makruf nahi mungkar. Sehingga umat telah salah faham yaitu kalau dia sendiri tidak amal, maka dia tidak perlu dakwah orang lain. Ini kefahaman umat sekarang. Salah faham yang begitu besar dalam ummat. Kerana salah faham ini, kejahilan telah berleluasa dalam umat. Buat sendiri-sendiri sahaja. Kalau tidak buat amal, jangan beritahu orang lain, ini salah faham yang berlaku dalam ummat. Ummat ini telah diberitahu tanggungjawabnya berkali-kali.
Masa nabi menyediakan ummat ini, nabi telah beritahu tanggungjawab ummat ini. Nabi tidak berkata, “Kalau kamu tidak amal, kamu jangan suruh orang lain buat”. Satu orang yang tidak amal untuk diri dia sendiri, tidak ada kekurangan tanggungjawab dia untuk dakwah orang lain pada amal itu. Bukanlah dia tidak amal perkara itu, tanggungjawabnya untuk dakwah orang lain pada amal itu tidak kurang sedikit pun. Satu orang tidak sembahyang fardhu, kefardhuan dia untuk dakwah orang lain kepada sembahyang tidak kurang sedikit pun. Satu orang tidak buat satu amal, tidak berarti tanggungjawab dia untuk bawa ummat kepada amal itu berkurangan, tidak! Tanggungjawab dia masih sama lagi.
Nabi s.a.w telah bangunkan setiap ummat ini pada dakwah. Bagaimana Nabi sendiri buat dakwah. Sesiapa yang ingin lepaskan diri mereka daripada dakwah nabi, tidak mau dengar dakwah nabi, tidak mau dengar tilawah nabi, yang menyangka Quran adalah sihir, seumpama Tufir bin Amir, dia masukkan kapas ke dalam telinga dia supaya tidak dengar bacaan Quran Nabi s.a.w. Tetapi dia menjadi orang pertama dakwah kaum dia. Dia telah terima dakwah Nabi s.a.w dan telah pergi untuk dakwah.
Rasulullah s.a.w telah bangunkan dakwah kepada ummat. Ummat terbagi kepada 3 yaitu lelaki, perempuan dan kanak-kanak. Rasulullah s.a.w telah bentangkan dakwah kepada ummat ini sehingga pada masa yang sama, ketiga-tiga jenis orang ini telah terima dakwah, Abu Bakar r.a, Khadijah r.ha dan Ali r.a. Hari pertama dakwah dimulai, pada masa itu juga dakwah diterima. Pada hari yang sama, Rasulullah s.a.w tidak membiarkan mereka pada perniagaan mereka, pada pertanian mereka, tetapi Rasulullah s.a.w telah beritahu dakwah sebagai maksud dan telah beritahu untuk selesaikan masalah dengan perintah Allah s.w.t. Rasulullah s.a.w tidak serahkan ummat ini pada pemerintah, pada peniaga, pada petani, tetapi Rasulullah s.a.w telah ajar ummat ini, “Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat”.
Rasulullah s.a.w telah memberitahu jalan kejayaan pada ummat ini. Inilah jalan kejayaan yaitu “ya ayyuhannas quuluu lailaha illallah tuflihu (wahai manusia ucapkan lailaha illallah, niscaya kalian berjaya)”. Rasulullah s.a.w telah bangkitkan ummat ini pada dakwah kalimah. Asbab hidayah tidak berada di luar manusia. Asbab hidayah bukan berada di luar manusia. Asbab hidayah ada dalam diri manusia itu sendiri. Dalam diri manusia sendiri ada asbab hidayah. Hidayah tidak dari harta, pada kerajaan tetapi hidayah dapat dari Allah s.w.t dan asbabnya ada dalam diri manusia sendiri. Siapa yang telah buat usaha yang betul, gunakan diri dia dengan betul, janji Allah s.w.t yang pasti, dia akan dapat hidayah. Tufail Addausi beritahu, walau satu orang pun tidak mau dengar dakwah, tetapi cara nabi s.a.w bagi dakwah, bukan setakat dia terima dakwah, dia telah jadi orang pertama untuk dakwah kaum dia. Begitulah bentuk dakwah Nabi s.a.w. Bukan setakat orang itu terima dakwah, orang itu sendiri telah bagi dakwah. Itulah cara dakwah yang sepatutnya kita belajar.
Sahabat-sahabat r.a, perangai mereka, tabiat mereka adalah tabiat dakwah. Mereka tidak anggap kerja mereka itu sebagai kerja kecuali hanya dakwahlah kerja mereka. Mereka telah dapat nisbat dakwah. Mereka anggap yang lain-lain itu sebagai nisbat kerja mereka, pertanian, perniagaan, kerajaan, pakaian, kasut, emas, perak, semua tidak ada  hubungan apa-apa. Mereka buat perniagaan besar-besar, tetapi mereka tidak anggap mereka ada hubungan dengan perniagaan. Di belakang nama mereka radiallahuanhu wa roduan. Mereka kenalkan diri mereka sebagai Ansar atau Muhajir, ini cara pengenalan mereka. Mereka tidak ada hubungan langsung dengan benda-benda lain. Mereka ada hubungan terus dengan kerja Nabi Ibrahim a.s. Allah s.w.t berkata, “Aku namakan kamu sebagai orang Islam”. Allah s.w.t yang ciptakan kita dan bagi nama pada kita. Umat ini telah diberi nama oleh Allah s.w.t sebagai orang Islam, bukan orang peniaga, bukan petani, bukan pegawai.
Ummat ini tinggalkan dakwah, sehingga dia telah lupa hubungan dia dengan dakwah. Tidak ada mana-mana hubungan dalam sahabat, kecuali hubungan sebagai Ansar atau hubungan sebagai Muhajir kecuali satu orang yang telah berhijrah kerana satu orang perempuan bernama Ummu Qais. Dia dinamakan muhajir Ummu Qais, yang lain semua hanya Muhajir dan Ansar. Dia masyhur sebagai muhajir Ummu Qais, hijrah kerana perempuan.
Begitulah dakwah adalah umum dikalangan mereka. Ada juga dikalangan mereka, siapa yang ada asbab saja, yang belajar agama. Buat usaha duit dulu kemudian belajar agama? Tidak, tidak demikian! Sahabat-sahabat r.a, yang kebanyakan miskin, dari merekalah yang paling banyak hasilkan agama. Abu Hurairah r.a, paling sering kelaparan, paling lapar, tetapi dialah pakar hadits yang paling besar. Usman r.a orang yang paling lapar, tetapi dia orang yang paling malu. Jaafar r.a paling lapar, tetapi paling banyak memberi fatwa, mufti paling besar, yang paling tahu tentang halal dan haram.
Tidak diberitakan agama akan datang sebanyak mana asbab yang kamu buat tetapi diberitahu bahwa agama akan datang sebanyak mana usaha yang kamu buat. Agama tidak datang berkadar asbab, tetapi agama datang berkadar usaha. Agama tidak datang dengan asbab-asbab dunia. Hanya satu cara saja untuk dapat hidayat yaitu dakwah. Sebanyak mana kita dakwah manusia kepada Allah s.w.t, sebanyak itulah kayakinan kita kepada Allah s.w.t dan bawa kita kepada sembahyang, bawa kita kepada zikir, bawa kita kepada tilawah qur'an, bawa kita kepada ikhlas. Sebanyak mana usaha dijalankan, sebanyak itulah agama akan hidup. Atas inilah Nabi telah bangunkan sahabat-sahabat.
Seorang sahabat datang untuk belajar agama, menunggang unta, jatuh dari unta, patah leher. sahabat lain datang beritahu Nabi s.a.w, “Telah berlaku sekian-sekian”. Nabi berkata, “Tengok keadaan sahabat kamu, dia telah meninggal”. Nabi s.a.w datang dan menengok dia. Nabi s.a.w berkata, “Dia datang belajar agama dalam keadaan lapar”. “Bagaimana tuan tahu?”, sahabat tanya. Nabi s.a.w berkata, “Saya tahu ketika rohnya keluar, bidadari-bidadari datang bagi makanan pada dia karena itulah saya tahu dia datang dalam keadaan lapar”.
Keperluan kita kepada hidayah adalah lebih besar daripada makanan kita, pakaian, kendaraan, rumahtangga kita. Oleh karena itu, hidayah tidak pernah disertai dengan benda-benda yang lain. Hidayat tidak diletakkan berkadar dengan harta atau berkadar dengan pakaian atau berkadar dengan benda-benda lain. Satu orang datang beritahu, “Wahai Rasulullah s.a.w, saya ini hitam, saya miskin, saya buruk, masukkanlah saya ke dalam syurga”. Rasulullah s.a.w kata, “ Kenapa tidak? Bahkan saya akan masukkan kamu ke dalam syurga. Sahabat itu terus mengorbankan nyawanya di jalan Allah s.w.t untuk takazah agama. Rasulullah s.a.w datang untuk sembahyangkan jenazahnya. Rasulullah s.a.w senyum apabila menengok jenazahnya. Rasulullah s.a.w berkata, “ Rupa/Wajah kamu telah ditampankan oleh Allah s.w.t, harta kamu telah dibanyakkan oleh Allah s.w.t”. Hidayat tidak bergantung pada rupa wajah. Allah s.w.t tidak menengok pada rupa wajah dan harta kamu. Allah s.w.t menengok keinginan hati untuk beri hidayat. Nabi s.a.w beritahu sahabat-sahabat, “Rupa buruk, kulit hitam, miskin, Allah s.w.t telah tambahkan hartanya dan Allah s.w.t telah masukkan dia ke dalam syurga dan Allah s.w.t telah jadikan dia tampan”. Rasulullah s.a.w berkata, “ Saya menengok bidadari-bidadari syurga berebutan, siapakah diantara mereka yang mula-mula sekali masuk ke dalam jubah sahabat tadi”.
Hidayah tidak pernah pandang keadaan seseorang. Rasulullah s.a.w tidak pernah mengajarkan sahabat cari makan dahulu, lepas cukup makan, baru buat kerja hidayat atau baru hendak belajar agama. Rasulullah s.a.w tidak pernah beritahu sahabat-sahabat sempurnakan segala keperluan dunia kamu, kemudian barulah buat kerja agama. Oleh karena itu, didapati dikalangan sahabat-sahabat, walaupun mereka orang paling miskin, walaupun paling lapar sekali, paling banyak menderita kelaparan tetapi merekalah paling banyak mujahadah untuk agama Allah s.w.t dalam keadaan apapun. Abu Hurairah r.a paling lapar sekali tetapi muhadits yang paling besar. Kaab bin Malik adalah qari yang paling baik dan dia juga orang yang paling lapar. Usman r.a mempunyai sifat yang paling pemalu sekali. Keadaan agama sahabat-sahabat tidak pernah bergantung pada keadaan dunia mereka. Apa pun keadaan dunia mereka, mereka diajarkan oleh Nabi s.a.w untuk buat kerja agama.

Agama terhasil bukan bergantung pada asbab-asbab dunia tetapi bergantung pada sebanyak mana usaha yang dilakukan. Sebanyak mana usaha dijalankan, maka sebanyak itulah agama dapat dihasilkan. Mereka tidak pernah dihubungkan dengan benda dunia atau kerja dunia mereka walaupun mereka buat benda itu, mereka berniaga, mereka ada kebun, tetapi tidak ada satu orang pun daripada mereka dihubungkan dengan benda-benda itu. Pengenalan mereka, ta’aruf sesama mereka, mereka tidak kenalkan diri mereka sebagai peniaga, petani dsbnya. Sebaliknya apabila kita sebut nama mereka, belakangnya ada ‘radiallahhuanhu’. Pengenalan diantara mereka baik muhajir atau anshar. Inilah keadaan sahabat-sahabat. Muhajir dan anshar, dua keadaan untuk bantu agama, untuk kerja agama.
Kita perlu fikir atas asas apakah Rasulullah s.a.w telah tinggalkan ummat ini? Bagaimana Rasulullah s.a.w, pada hari pertama, Baginda s.a.w telah bentangkan dakwah pada ummat ini dan semasa Baginda s.a.w tinggalkan ummat ini, masa tinggalkan dunia ini. Didapati daripada riwayat, Rasulullah s.a w tinggalkan 3 perkara kepada umat ini. 3 perkara yang Baginda s.a.w pesan sebagai pesanan terakhir. Apakah perkara terakhir yang Baginda s.a.w bagi pada ummat ini sebagai wasiat? Wasiat adalah perkara yang wajib diamalkan karena orang itu sudah hendak pergi, sebelum pergi dia tinggalkan pesanan. Atas 3 perkara inilah tarbiyah umat ini dan atas 3 perkara inilah umat ini telah dibangkitkan. Telah diserahkan 3 tanggungjawab ini pada ummat ini. Semasa tinggalkan ummat ini, Rasulullah s.a.w tidak beritahu perkara yang baru. Atas 3 asas inilah sebenarnya usaha nabi, tarbiyah nabi.
Kalimah-kalimah terakhir Nabi s.a.w semasa meninggalkan dunia ini. Baginda s.a.w pesan, pertama, “Assholah, assholah”, “Jagalah sembahyang, jagalah sembahyang”. Kedua, “Hak-hak hamba. Ketiga, “Hantarlah tentera Usamah r.a”. Semua orang faham apa kedudukan wasiat dalam agama. Wasiat ini wasiat siapa? Wasiat Nabi s.a.w, khatammul ambiya, nabi terakhir. 3 pesanan ini termasuk ibadah, muamalat, muasyarah dan usaha untuk menghidupkan ibadat, muamalat, muasyarah. Baginda s.a.w beritahu apa yang perlu dibuat dan beritahu bagaimana perkara-perkara ini boleh dihidupkan. Dalam pesanan Nabi s.a.w, “Assholah, assholah” telah termasuk semua hukum-hukum Allah s.w.t. Hak hamba adalah yang paling kecil, tetapi yang paling kecil pun dipesan, bermakna yang lebih besar daripada itu, hak ayah, hak isteri, hak anak, hak orang-orang Islam, semuanya dipesan oleh Nabi s.a.w.
Sembahyang adalah tiang agama yang membedakan antara iman dan kufur. Nabi s.a.w telah berpesan tentang sembahyang dan semua hukum-hukum ibadah. Seluruh agama telah dipesan. Bagaimana hendak hidupkan 2 perkara ini. “Jangan kamu terkesan dengan kewafatan aku”. Dakwah diterima dari Nabi s.a.w tanpa ada halangan apapun. Nabi s.a.w telah tinggalkan 3 perkara ini yaitu hukum Allah s.w.t, hukum ibadah dan bagaimana hendak usahakan untuk hidupkan semua agama ini. Nabi s.a.w pesan, teruskan hantar tentara Usamah r.a. Apa wasiat Nabi s.a.w? Walaupun datang musibah yang paling besar, apa musibah yang lebih besar daripada wafatnya Nabi s.a.w? Tidak ada! Walaupun dunia ini ditimpa musibah yang paling besar sekalipun, jangan tangguhkan kerja agama, itulah maksud Nabi s.a.w. Tidak ada musibah yang lebih besar menimpa dunia ini selain daripada kewafatan Nabi s.a.w, tetapi itupun Nabi s.a.w pesan, jangan tangguhkan tentara Usamah r.a. Usamah adalah cucu angkat Nabi s.a.w yaitu anak kepada Zaidbin Haritsah r.a.
Oleh karena itu, kita harus istighfar atas kelalaian kita dan buatlah keputusan bahwa kita akan jadikan kerja ini sebagai maksud hidup kita. Sebanyak mana dakwah hidup, sebanyak itulah agama akan hidup. Iman dan amal akan hidup berkadar dengan dakwah. Sebanyak mana dakwah keluar, sebanyak itulah agama akan keluar dan kelemahan dalam yakin pun akan datang. Masalah sebenarnya bukan untuk kita seorang saja. Seluruh usaha ini adalah untuk menukar suasana seluruh dunia. Kalau tidak, keadaan kerusakan akan mengalahkan agama yang ada pada infradi-infradi/sendiri-sendiri. “Aku adalah Rasul kepada kamu semua dalam satu masa”, untuk orang hitam, untuk orang putih, untuk peniaga, untuk pekilang, untuk orang yang mayoritas, untuk orang yang ada kekuatan jasmani, untuk raja, untuk menteri, untuk seluruh kampung, untuk semua tempat. Nabi s.a.w tidak mengkhususkan pada suatu benda. Nabi s.a.w datang untuk semua manusia. Sekarang ini, nabi diutus untuk seluruh ummat dan ummat ini hanya untuk infiradi mereka, tidak! Tanggungjawab kenabian adalah untuk ijtima’i/berjama'ah, untuk seluruh ummat. Demikian juga tanggungjawab ummat ini untuk seluruh ummat.
Nabi tidak datang untuk suatu kaum tertentu atau suatu kampung tertentu. Nabi s.a.w adalah untuk seluruh alam. Oleh itu, setiap peribadi ummat ini juga bertanggungjawab untuk seluruh manusia di seluruh alam. Setiap orang daripada ummat ini bertanggungjawab untuk seluruh manusia. Allah s.w.t memberitahu pada Nabi s.a.w, “Nabi adalah untuk seluruh ummat dan seluruh ummat adalah untuk seluruh ummat”. Amal untuk peribadi, tidak cukup untuk ummat ini. Keselamatan ummat ini adalah dalam fikir untuk seluruh ummat yang lain. Kalaulah rumah tetangga terbakar, dia keluar daripada rumahnya sendiri, kalau dia keluar untuk jaga rumah dia saja, maka rumah tetangga tidak akan selamat dari kebakaran dan kebakaran mungkin akan kena rumah dia juga. Kita harus mengajar agama untuk keluarga kita. Kejahilan adalah neraka. Keadaan yang tidak ikut agama adalah neraka. Dalam Quran ada diberitahu, “Jaga diri kamu dan keluarga kamu daripada neraka”. Apa maksudnya? Ajar agama pada keluarga kamu. Belajar agama dan kamu harus mengajar agama pada keluarga kamu. Belajar agama dan mengajar agama. Ajari tetangga kamu, ajari orang kampung kamu, ajari orang marhallah kamu, ajari orang daerah kamu, ajari orang negeri kamu dan ajari orang seluruh alam.
Dengan perantaraan dakwah, kita mengubah keadaan, mengubah suasana untuk menjaga agama. Kita jaga agama kita dan kita jaga agama orang lain juga. Sekarang bukan masanya kita lari dari tempat yang rusak agama dan selamatkan diri. Siapa yang tinggalkan satu tempat untuk jaga agama dia seorang saja berarti dia telah ingkar tanggungjawab dia untuk jaga agama ummat ini. Peningkatan agama dalam diri sendiri ialah bila kita usaha untuk tingkatkan agama dalam diri orang lain. Agama dalam diri kita akan kekal dengan kita usaha atas agama dalam diri orang lain. Siapa yang tidak dakwah orang lain untuk bawa pada iman, untuk ajak pada amal, maka dia sendiri telah tutup jalan keselamatan untuk diri dia sendiri. Tafsir surah Al-Asr, siapa yang amal untuk diri dia sendiri, tidak bawa orang lain pada amal, dia sedang tutup jalan keselamatan untuk diri dia sendiri. Perkara yang disebut oleh Quran untuk selamatkan diri adalah bawa umat kepada amal, bawa umat kepada iman. Ini ditentukan oleh Qur'an, dan cara Qur'an. Apa yang ditulis dalam Qur'an bukan sekadar pengalaman tetapi satu benda yang pasti berlaku. Oleh karena itu, kita harus menambah pengorbanan kita dan buat azam untuk sebarkan kerja agama ke seluruh alam.
Jangan tinggalkan majlis, kita sabar, kita sudah duduk lama, sabar sekejap saja, insya’Allah, Allah s.w.t jadikan itu asbab untuk pilih kita untuk kerja agama sehingga akhir hayat kita. Jangan merusak majelis dengan berdiri atau keluar sebelum majelis ditutup dengan doa kifarah majelis.
Seluruh ummat ini telah dijadikan asbab untuk hidayat dengan syarat dia digunakan untuk hidayat, bukan untuk asbab dunia. Sebagian orang usaha atas dunia, atas benda-benda, sehingga dapat kemajuan dunia. Sebagian orang membuat senjata untuk dapat keselamatan. Sebagian orang usaha atas obat untuk dapat kesehatan. Bukan itu kerja ummat. Ummat ini dihantar sebagai perantaraan untuk hidayah. Rasulullah s.a.w memberitahu pada Ali r.a, “Kalaulah dengan asbab kamu satu orang dapat hidayah, maka lebih baik daripada unta-unta merah” dalam riwayat lain itu lebih baik daripada apa yang disinari oleh matahari.
Dengan dakwah infiradi/sendiri akan wujud kemampuan untuk terima hak. Abu Sufiyan terima Islam, dia satu orang yang keras. Abbas r.a berkata pada Nabi s.a.w, “Serahkan Abu Sufiyan pada saya, saya akan tashkil dia, saya akan membujuk dia”. Sahabat-sahabat fikir, siapa hendak bagi makan, siapa hendak mengajar sembahyang, mereka semua tunaikan takazah dakwah. Takazah untuk ajak pada agama, pada ibadat, pada Islam yang sempurna. Dia telah berusaha atas Abu Sufiyan sepanjang malam. Hasil usaha sepanjang malam, pada keesokan paginya, Abu Sufiyan nampak satu orang sedang berwudhuk dan dia tanya, “Adakah kamu taat begitu sekali pada Rasul kamu? Apa saja yang dikatakan kamu taat?” Abu Sufiyan berkata, “Anak saudara kamu ada kerajaan”. Abbas r.a jawab, “ini bukan kerajaan, ini adalah nubuwwah”. Sahabat-sahabat taat pada Rasulullah s.a.w. Sahabat usaha atas orang-orang, mereka dihantar sebagai asbab hidayat. Kalau kita digunakan hanya untuk dunia, maka kita dalam bahaya. Ummat tidak akan dapat hidayat sebaliknya ummat akan dapat kesesatan. Kita harus buat keputusan bahwa kerja dakwah akan dijadikan sebagai maksud hidup kita. Keluar dari majelis ini dengan azam yang sungguh-sungguh, bawa seluruh ummat kepada kerja dakwah. Buat kerja ini dengan diri kita sendiri. Bangun catatkan nama. Barangsiapa yang ada keinginan untuk tambah masa, bangun juga. Kita tunggu sampai tashkil habis. Walaupun kita tidak bisa keluar, kita doa supaya orang dimudahkan keluar dan doa supaya Allah s.w.t pilih kita juga dimasa yang lain. Tashkil adalah roh pada usaha ini, roh pada dakwah. Dakwah tanpa tashkil tidak ada roh.
Bayan Maghrib : Maulana Saad
Sumber 
« Baca Selengkapnya »

Manusia Yang Ingkar Kepada Allah

Halaqah hewan yang terdiri dan sapi, kambing, anjing dan babi sedang muzakarah. Tiba-tiba topik pembicaraannya menyangkut persoalan khidmat dan manfaat diri mereka kepada manusia.

Sang sapi berkata kepada kambing, “Sungguh, akulah yang paling banyak berkhidmat dan bermanfaat
kepada manusia, karena badanku besar, dagingku banyak, bila diqurbankan bisa untuk tujuh jiwa dan namaku dijadikan nama surat dalam al Quran (Al Baqarah). Tetapi kamu kambing, apa manfaatnya?”

Maka kambing berkata, “Aku ini biar pun badanku kecil, tetapi dagingku sangat disukai oleh manusia, kulitku bisa dijadikan jaket dan sepatu oleh manusia, bisa juga dijadikan rebana, bahkan jika diperhalus dan diwangikan bisa menjadi sampul Al Quran. Daripada kamu, anjing, apa manfaatnya untuk manusia.”

Maka anjing terperanjat dan merasa ingin bersaing, ia pun menimpal, “Aku juga berguna untuk manusia, aku dapat menjaga hartanya, aku dapat membantu tuanku berburu di hutan, aku juga dapat mencegah orang lain yang tidak disukai oleh tuanku untuk memasuki rumahnya dan mengusirnya, aku bisa membantu polisi untuk melacak kejahatan manusia, dan aku adalah satu-satunya hewan yang dapat menyertai manusia memasuki Jannah (dalam Ashabul Kahfi). Daripada kamu hai babi.”

Maka sang babi pun menimpal, “Walaupun wajahku buruk, dan aku ditetapkan dalam Al Quran sebagai hewan yang najis bagi manusia, tetapi jika aku mati, maka aku menjadi tanah dan habislah persoalan hidupku, daripada manusia yang ingkar kepada Allah, setelah mati ia akan dihidupkan lagi dengan kekal dan harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya di hadapan Allah dan ia akan dibakar di dalam neraka selama-lamanya.”

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang ingkar) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang ingkar berkata:"Alangkah baiknya Sekiranya dahulu adalah tanah". (Qs. An Naba : 40)
« Baca Selengkapnya »

Inilah 7 Perangkap Yahudi

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kamu sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah! Sesungguhanya petunjuk Allah itu (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. al-Baqarah: 120).

Hari ini Zionis Israel dan para pembelanya semakin gencar memerangi kaum muslimin di seluruh dunia, khususnya di Palestina. Masih segar di ingatan kita, beberapa waktu lalu—bahkan hingga saat ini—orang-orang Yahudi Israel menyerang kaum muslimin Palestina dengan persenjataan lengkap.

Namun, sadar atau tidak, kaum muslimin di Indonesia—dan seluruh dunia—pun sebenarnya sedang diperangi oleh Zionis Yahudi, tapi dengan cara berbeda. Jika di Palestina mereka menggunakan senjata, maka di belahan bumi lain mereka memerangi kaum muslimin tanpa senjata (setidaknya untuk saat ini), yaitu dengan pemikiran.

Paling tidak ada tujuh poin yang penting kita ketahui dari serangan pemikiran Zionis ini:

1. Merusak pola makan
Barat telah berhasil menciptakan globalisasi makanan dan minuman. Berbagai merek telah mereka ciptakan dan dijual ke seluruh penjuru dunia. Makanan seperti McD, CFC, HHB, Dunkin Donuts, dan soft drink seperti Coca Cola, Sprite, Fanta, dan lain-lain telah menjadi imperior baru dalam bidang makanan dan minuman. Bahkan mereka menciptakan kesan-kesan modern pada setiap merek tersebut. Bayangkan, sekadar mengonsumsi makanan, kita seolah telah menjadi orang-orang modern, paling maju, gaul, dan funky. Firman Allah Subhaana Wata'ala, artinya, “Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)”. (QS. al-Hijr: 3).

Di sisi lain, mereka berhasil mengikis budaya makan makanan tradisional yang terjamin mutunya. Bahkan entah berapa tahun ke depan, makanan tradisional itu perlahan-lahan tenggelam karena kalah bersaing. Tinggallah kemudian orang-orang melahap makanan yang bukan asli makanannya sendiri. Sementara orang Barat sendiri mengakui makanan itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Padahal Allah Subhaana Wata'ala telah mengingatkan dengan firman-Nya, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) Masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS: al-A’raf: 31).

2. Menguasai film, TV, dan media cetak
Dunia modern dengan kecanggihan teknologi informasinya telah membuat wajah dunia yang kusam menjadi gemerlap. Dunia terasa menciut, kejadian yang terjadi di belahan bumi barat dapat dilihat detik itu juga di belahan bumi timur. Begitu pula sebaliknya. Media modern menawarkan banyak hal, mulai dari fitur yang bertemakan percintaan, kekerasan, hingga horor, perhatikanlah televisi-televisi hari ini kebanyakan yang ditampilkan adalah sesuatu yang merusak.

Namun tanpa kita sadari, semua kemajuan itu diam-diam namun pasti mengikis habis nilai-nilai keislaman. Generasi muda yang seharusnya gigih memperjuangkan Islam, kini berkiblat memuja tokoh-tokoh “fiktif” yang diciptakan dunia modern. Islam dianggap kuno, tidak mengikuti arus zaman, cerewet, dan canggung. Islam diasingkan, sementara manusia semakin asyik dengan kesenangan semu yang ada di dunia ini yang nantinya justru akan menenggelamkannya.

Akibatnya, banyak remaja kaum muslimin tanpa rasa malu memamerkan auratnya di depan umum.

3.Cara berpakaian
Dengan perkembangan teknologi modern, industri pakaian pun ikut maju. Orang barat memiliki tujuan agar seluruh dunia memakai pakaian dan bergaya hidup sama dengan mereka.
Akibatnya dapat kita saksikan hari ini, Indonesia dengan mayoritas penduduknya Islam, tapi ciri Islam tidak terlihat lagi, kecuali simbol berupa tempat ibadah. Sementara kehidupan kaum muslimahnya jauh dari tuntunan Islam, terutama cara berpakaian dan bergaul dengan lawan jenis.

Padahal Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang selalu bermaksiat dan menarik orang lain berbuat maksiat, rambutnya sebesar punuk unta, mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mencium wanginya, padahal bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian (jarak yang sangat jauh).” (HR. Muslim).

4. Mempropagandakan cara berpikir bebas
Orang-orang yahudi meracuni otak-otak kaum muslimin dengan doktrin-doktrin kebebasan, karenanya mereka berpendapat, manusia tidak akan mencapai taraf kebebasan berpikir sebelum melepaskan diri dari agama.

Hal ini sangat merusak generasi muda Islam dengan pendangkalan akidah. Mereka dididik oleh dunia barat untuk berpikir semaunya. Kata mereka “yang penting senang”.

Dengan adanya paham ini muncullah berbagai macam generasi yang kerjanya hanya minum minuman keras, judi, pil penenang, ganja. Kehidupan malam kian menjamur, diskotik, dan pusat-pusat hiburan malam lainnya. Yang kini menjamur di kota-kota besar yang nyaris meruntuhkan kebesaran/keagungan masjid-masjid.

5. Memonopoli keuangan dunia
Untuk mewujudkan mimpi menguasai dunia, barat sudah sejak lama memikirkan untuk menguasai keuangan dunia. Mereka beranggapan dengan kekuatan keuanganlah dunia dapat dipermainkan sesukanya.

Untuk mengucurkan kredit ke sebuah negara biasanya mereka selalu mengajukan syarat tertentu yang menguntungkan nasib mereka. Sementara negara berkembang umumnya lemah tidak punya kekuatan untuk menolak syarat yang mereka inginkan. Akibatnya tatanan hidup negara jadi hancur. Terlebih lagi kehidupan beragama jadi rusak karena umumnya paham mereka adalah sekuler yang menolak campur tangan agama dalam keduniaan (bisnis).

Perhatikanlah firman Allah Azza Wajalla, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS. at-Taubah: 34).

6. Menghancurkan iman
Sekularisme yang mereka agung-agungkan telah membawa dampak sangat luas. Konsep ekonomi yang melepaskan diri dari campur tangan agama (halal, haram, makruh dan mubah) telah mendorong munculnya berbagai pelanggaran bisnis (korupsi dan kolusi). Unsur keimanan yang kering mengakibatkan mereka tidak merasa hidup diawasi oleh Allah Subhaana Wata'ala.

Mereka secara terbuka menolak terhadap ajaran agama yang menurut mereka irasional (tidak masuk akal), di antaranya alam kubur, alam akhirat dan siksa neraka. Masih menurut mereka, hidup hanya sekali, maka nikmatilah sepuasnya. Paham ini mereka sebarkan dalam film, sinetron, dan lain-lain.

Kebencian mereka terhadap nabi Muhammad dan para juru dakwah menyebabkan mereka terus berusaha untuk menghapus kewibawaannya di mata anak-anak muda, sehingga mereka menciptakan tokoh-tokoh kafir yang banyak dipuja para remaja hari ini.

Bahkan dengan alasan kebebasan, mereka mengampanyekan apa yang disebut dengan HAM (Hak Asasi Manusia) dan kebebasan berbicara dan mengekspresikan pendapat, sehingga mereka mempengaruhi pola pikir remaja untuk berbuat apa saja karena dijamin HAM. Telanjang, mabuk-mabukkan, hingga perzinaan disebutnya hak asasi, naudzubillah.

Akibatnya orang tidak punya kontrol, tak ada lagi saling menasihati dalam kebenaran, “Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. al-Maidah: 79).

7. Politik adu domba
Target yang sangat berbahaya adalah menghancurkan agama dengan adu domba atau perpecahan antar umat beragama. Berbagai perpecahan antar umat beragama dan umat seagama adalah impian demi tercapainya kehancuran agama.

Kepada umat non Islam mereka selalu mengatakan bahwa Islam adalah agama sadis, agama pedang yang haus darah. Selain itu mereka senantiasa mengampanyekan bahwa umat Islam itu fundamentalis, pelaku teror (teroris), dan anarkis.

Jika ada teror, maka media barat menuduh umat Islam sebagai pelakunya. Anehnya, jika pelakunya adalah seorang non muslim, mereka diam seribu bahasa. Jika umat Islam yang melakukannya sebagai pembalasan, maka mereka mengutuknya dan mengekspos ke seluruh dunia. Karena mereka punya kekuatan media untuk mencapai semuanya.
« Baca Selengkapnya »

Kamis, 28 Agustus 2014

28 USHUL DAKWAH

Dalam usaha dakwah perlu diperhatikan tertib-tertib dakwah atau ushul dakwah. Dakwah yang tidak dilaksanakan dengan tertib tidak akan menyatukan ummat, tetapi dakwah akan dilaksanakan menurut hawa nafsu dan kepentingan tertentu. Hasilnya ummat akan terpecah belah. Ushul Dakwah ada 28, yaitu :

4 perkara yang diperbanyak :
1. Da'wah Illallah
2. Ta'lim Wata'alum
3. Zikir lbadah
4. Khidmat

4 perkara yang dikurangi:
1. Masa makan dan minum
2. Masa tidur dan istirahat
3. Keluar masjid
4. Bicara yang sia-sia

4 perkara yang harus dijaga :
1. Jaga taat kepada Amir
2. Jaga amalan ijtima-i dibandingkan amalan infirodi
3. Jaga kehormatan masjid
4. Sifat sabar dan tahan uji

4 perkara yang ditinggalkan :

1. Mengharapkan kepada makhluk, dan mengharap hanya kepada Allah
2. Meminta kepada makhluk, dan meminta hanya kepada Allah
3. Memakai barang orang lain tanpa izin
4. Sifat boros dan mubadzir

4 perkara yang tidak boleh disentuh :

1. Masalah politik (dalam dan luar negeri)
2. Masalah khilafiyah(perbedaanpendapat mahzab/ulama)
3. Aib masyarakat
4. Sumbangan, pangkat, status dan jabatan

4 perkara yang dijauhkan :
1. Merendahkan
2. Melihat kekurangan/mengkritik
3. Membandingkan
4. Tidak menolak dan tidak menerima secara langsung

4 pihak yang dihargai/didekati
:
1. Ahli Da'wah (mubaligh)
2. Ahli Ilmu (Kyai, Ustadz, Santri, dsb)
3. Ahli Dzikir (thariqot)
4. Ahli pengarang kitab (penulis buku, majalah, artikel, dsb).


PENJELASAN 4 PERKARA YANG DIPERBANYAK

Dakwah Illallah, terbagi 4:
1. Dakwah Umumi
2. Dakwah Khususi
3. Dakwah Ijtima'i
4. Dakwah Infirodi

Ta 'lim Wata'alum, terbagi 4:

1. Ta'lim Kitabi
2. Halaqah tajwid Al Qur'an
3. Mudzakarah 6 Si fat Sahabat
4. Mudzakarah Usul Da'wah

Dzikir Ibadah, terbagi 4:

1. Shalat sunnat
2. Tilawah Al Qur'an
3. Dzikir pagi petang
4. Do'a masnunah

Khidmat, terbagi 4:
1. Khidmat kepada Amir
2. Khidmat kepada Jama’ah
3. Khidmat kepada makhluk
4. Khidmat infirodi (diri sendiri)

8 Amalan Ijtima'i (Berjamaah) :
1. Musyawarah
2. Ta'lim
3. Jaulah
4. Bayan
5. Khidmat
6. Makan (ta'am)
7. Tidur
8. Safar(perjalanan)

8 Amalan infirodi (individu) :
1. Dakwah infirodi minimal 25 kali
2. Qiyamul Lail dan shalat sunnat lainnya
3. Baca Al Qur'an minimal satu juz
4. Dzikir pagi- petang
5. Do'a masnunah
6. Jaga fikir dari fikir dunia
7. Jaga mata dan jasad dari pandangan maksiat
8. Jaga hati dari lintasan penyakit hati (ujub, takabur, riya. dsb)

Pentingnya Ushul Dakwah adalah apabila ushul dakwah dilaksanakan maka hati menjadi lembut. Apabila hati menjadi lembut akan mudah tawajjuh kepada Allah subhaanahuu wa ta’aalaa. Apabila tawajjuh kepada Allah subhaanahuu wa ta’aalaa do'a akan terkabul. Apabila do'a terkabul pertolongan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa akan datang. Apabila pertolongan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa datang maka Agama Islam akan kuat (berjaya). Tanda kuatnya amalan Islam pada ummat manusia adalah hidup didasari kasih sayang, suka tolong menolong dan saling membantu dalam perkara keduniaan apalagi perkara agama (keakhiratan). Nampak dalam kehidupan bermasyarakat saling bersilaturrahim dan bermusyawarah dalam setiap urusan. Jauh dari sifat iri hati, dengki, hasud dan pertengkaran. Ummat dalam keadaan satu hati dan kasih sayang.
« Baca Selengkapnya »

Bagaimana Bisa Islam Dikatakan Dengan Agama Yang Damai Sementara Islam Disebarkan Melalui Pedang?

Banyak ocehan nonmuslim tentang Islam. Islam tidak akan memiliki jutaan penganut diseluruh dunia,sekiranya ia tidak tidak disebarkan menggunakan kekerasan.Poin point berikut akan menjawab bahwa selain disebarkan dengan pedang,kekuatan kebenaran,nalar dan logikalah yang menyebabkan penyebaran Islam semakin pesat.

ISLAM BERARTI DAMAI

Islam berasal dari kata salam yang artinya damai.selain itu juga berarti penyerahan kehendak kepada Allah.Dengan demikian Islam adalah agama kedamaian yang diperoleh dengan menyerahkan kehendak seseorang kepada kehendak Allah SWT.

TERKADANG KEKERASAN HARUS DIGUNAKAN UNTUK MEMELIHARA KEDAMAIAN.

Tidak semua orang didunia ini mendukung perdamaian.ada banyak orang yang akan merusak perdamaian demi kepentingan nya sendiri. Adakalanya kekerasan harus digunakan untuk memelihara kedamaian. Persisnya dalam ulasan ini kita punya polisi menggunakan kekerasan terhadap para penjahat guna untuk memberikan kedamaian kepada masyarakat dalam suatu negara. Islam menjunjung perdamaian.pada saat yang sama,Islam mendesak para pengikutnya untuk melawan penindasan dimanapun berada.perlawanan terhadap penindasan terkadang menghendaki menggunakan kekerasan.dalam Islam kekerasan hanya dibolehkan dipakai untuk menjunjung kedamaian dan keadilan.

PENDAPAT SEJARAWAN DE LACY O'LEARY

Jawaban terbaik terhadap kekeliruan pandangan bahwa Islam disebarkan dengan pedang diberikan oleh sejarawan terkemuka DE LACY O'LEARY dalam "Islam at the Cross Road".
Sejarah menjelaskan"katanya"bagaimanapun juga legenda tentang orang orang Islam fanatik menyapu dunia dan memaksakan Islam sampai menggunakan pedang atas bangsa bangsa yang ditaklukan adalah mitos luar biasa fantastis yang pernah di ulang ulang para sejarawan.

KAUM MUSLIMIN PERNAH MEMERINTAH SPANYOL SELAMA 800 TAHUN

Kaum Muslimin pernah memerintah Spanyol selama delapan ratus tahun. Kaum Muslimin di Spanyol tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa orang pindah agama. Setelah itu kaum salibis datang ke Spanyol dan menyapu bersih kaum Muslimin.

14 JUTA ORANG ARAB ADALAH KRISTEN KOPTIK

KAUM MUSLIMIN ADALAH PENGUASA TANAH ARAB SELAMA 1400 TAHUN.selama beberapa tahun Inggris berkuasa dan beberapa tahun juga Prancis berkuasa.secara keseluruhan,kaum Muslimin yang berkuasa ditanah Arab selama 1400 tahun. Namun saat ini ada 14 juta Krisren Koptik ditanah Arab. Selama ratusan generasi.apabila orang Arab menggunakan pedang tentu tidak ada orang Arab yang beragama Kristen.

ADA 80%+ NON MUSLIM DI INDIA

Kaum Muslimin memerintah india selama sekitar seribu tahun. Kalau saja kaum Muslimin mau,mereka punya kekuatan untuk memaksa penduduk India masuk dalam agama Islam pada saat itu,mengingat kaum Muslimin pernah berkuasa selama lebih seribu tahun di India. Tapi pakta berbicara lain,lebih dari 80% persen penduduk di india adalah non muslim.semua masyarakat India adalah saksi bahwa Islam disebarkan bukanlah dengan menggunakan pedang.

INDONESIA DAN MALAYSIA

Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia dan mayoritas dari penduduk malaysia adalah beragama Islam. Orang boleh bertanya pasukan Muslim mana yang menyerbu Indonesia dan Malaysia?

PESISIR TIMUR AFRIKA

Islam juga menyebar pesat di Pesisir Timur Afrika. Orang boleh bertanya lagi jika Islam disebarkan dengan menggunaka pedang"pasukan Muslim yang mana yang menyerbu Pesisir Timur Afrika?

PENDAPAT THOMAS CARLYLE

SEJARAWAN THOMAS CRLYLE dalam bukunya 'Heroes and Hero Worshop' menunjukkan pada miskonsepsi tentang penyebaran Islam.memang dengan pedang. Tapi darimana anda meraih pedang? Setiap opini baru,pada awalnya pastilah opini minoritas yang ada dalam kepala satu orang saja. Disitulah opini itu bersemayam.hanya satu orang saja di atas dunia ini mempercayai dan ia harus melawan opini banyak orang. Bahwa ia menghunus sebilah pedang dan berusaha menyebarkan hal itu. Hal itu tak banyak gunanya bagi dia. Anda harus meraih pedang anda! Pada umumnya,sesuatu akan menyebarkan diri sebisanya.

TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA

Dari pandangan yang mana Islam di sebarkan? Sekalipun kaum Muslimin punya pedang, mereka tida bisa serta merta menggunakan pedang itu kerna Allah SWT berfirman dalam Al-quran: "tidak ada paksaan untuk(memasuki )agama (islam),sesungguhnya telah jelas jalam yang benar dari pada jalan yang sesat...."(QS Al-Baqoroh:256)

PEDANG INTELEKTUAL

INILAH PEDANG PENGETAHUAN.Pedang yang menaklukan hati dan pikiran orang. Dalam Al-quran Allah berfirman dalam Suroh An-Nahl 125:ajaklah kejalan robmu dengan hikmah dan pelajaran baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik....

AGAMA DENGAN PENINGKATAN TERTINGGI DI DUNIA

Sebuah artikel dalam Reader's Digest 'Almanac' tahun 1986,menyampaikan data statistik tentang peningkatan presentase agama-agama di dunia pertengahan abad,yaitu dari 1934 hingga 1984. Artikel ini juga dimuat dalam Majalah The Plaint Truth dalam artikel tersebut Islam menduduki tempat teratas dengan peningkatan 235%,sedangkan kristen hanya 47%, Seorang mungkin bertanya,perang mana yang terjadi pada abad ini yang membuat orang masuk islam?

ISLAM ADALAH AGAMA YANG PALING CEPAT BERKEMBANG DI EROPA DAN AMERIKA

Saat ini, agama yang paling cepat berkembang di Amerika dan Eropa adalah agama Islam,dan begitu juga agama Islam paling pesat berkembang di Eropa. Pedang mana yang memaksa mereka untuk menerima Islam dalam jumlah sebesar itu?

ANALISIS DR. JOSEPH ADAM PEARSON

Dr Joseph Adam benar ketika mengatakan,orang orang khawatir bahwa senjata nuklir suatu saat jatuh ketangan orang Arab. Mereka tidak tahu,bahwa bom Islam sudah dijatuhkan.bom itu jatuh ketika Nabi Muhammad dilahirkan.



==DR ZAKIR NAIK==
« Baca Selengkapnya »

Subhanallah, Ternyata Ka'bah adalah Pusat Bumi

Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah. 
 
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka sebenarnya diri kita mencharged ulang suatu energi misterius yang berkaitan dengan kehidupan bumi dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Itu juga sebabnya tidak ada setetespun kotoran burung yang menempel diatas ka'bah. Tidak ada satupun pesawat yang berani melintas diatasnya. Dan ini juga yang akan memberitahukan kita bahwa Sholat adalah penyangga agama. Ya.....Kiamat akan segera tiba, manakala makin sedikitnya orang yang mencharged energi tersebut.

Dan yang perlu anda ingat, Tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup menghancurkan ka'bah, Ka'bah dituliskan akan hancur dengan sendirinya ketika kiamat hampir tiba.......dan bisa anda tebak penyebabnya adalah ketika orang mulai meninggalkan sholat, ketika energi itu hilang karena makin sedikit orang menchargednya. Wallaahu a'lam Bish showab

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

Radiasi dari Ka'bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur'an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur'an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82
« Baca Selengkapnya »