Tampilkan postingan dengan label Mudzakarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mudzakarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

Amalan-amalan Sunnah pada Hari Jum’at

Disebut Jum’at karena hari tersebut adalah hari berkumpulnya kaum Muslimin. Hari Jum’at termasuk hari ‘Id kaum Muslimin setiap pekannya.

Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam meninggal; di hari itu, tiupan sangkakala pertama dilaksanakan; di hari itu pula, tiupan kedua dilakukan.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad, shahih)

Di antara amalan di hari Jum’at adalah sebagai berikut:
1.Terlarang mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat dan siang harinya dengan berpuasa.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat tertentu dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dengan berpuasa kecuali jika bertepatan dengan puasa yang mesti dikerjakan ketika itu.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini menunjukkan dalil yang tegas dari pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah dan yang sependapat dengan mereka mengenai dimakruhkannya mengerjakan puasa secara bersendirian pada hari Jum’at. Hal ini dikecualikan jika puasa tersebut adalah puasa yang bertepatan dengan kebiasaannya, atau ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya, atau bertepatan dengan puasa nadzarnya seperti ia bernadzar meminta kesembuhan dari penyakitnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8/19)

2.Ketika shalat Shubuh di hari Jum’at dianjurkan membaca Surat As Sajdah dan Surat Al Insan.
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkura” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)

3.Memperbanyak shalawat kepada Nabi di hari Jum’at.
Dari Abu Umamah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro, hasan lighoirihi).

4.Dianjurkan membaca Surat Al Kahfi di malam atau siang hari Jum’at.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at” (HR. Hakim, shahih).
Dalam lafazh lainnya disebutkan, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Ka’bah).” (HR. Ad Darimi, shahih mauquf)

5.Memperbanyak do’a di hari Jum’at.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda, “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada hadits yang menyebutkan tentang kapan waktu mustajab di hari Jum’at yang dimaksud. Hadits tersebut adalah dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Waktu siang di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang Muslim memohon pada Allah ‘Azza wa Jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘Azza wa Jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Daud).

6.Mandi Jum’at
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi no. 496, An Nasai 3/95-96, Ibnu Majah no. 1078, dan Ahmad 4/9)

Mandi Jum’at ini menurut jumhur (mayoritas) ulama, hukumnya adalah sunnah (bukan wajib). Di antara alasannya adalah dalil, “Barangsiapa berwudhu di hari Jum’at, maka itu baik. Namun barangsiapa mandi ketika itu, maka itu lebih afdhal.” (HR. An Nasai, At Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).

Al Bahuti Al Hambali mengatakan, “Awal mandi Jum’at adalah ketika terbit fajar dan tidak boleh sebelumnya. Namun yang paling afdhol adalah ketika hendak berangkat shalat Jum’at. Inilah yang lebih mendekati maksud.” Imam Nawawi menyebutkan, “Jika seseorang mandi setelah terbit fajar (Shubuh), mandi Jum’atnya sah menurut ulama Syafi’iyah dan mayoritas ulama.”

Di antara keutamaan mandi jum’at disebutkan dalam hadits, “Barang siapa berwudhu’ kemudian menyempurnakan wudhu’nya lalu mendatangi shalat Jum’at, lalu dia mendekat, mendengarkan serta berdiam diri (untuk menyimak khutbah), maka akan diampuni dosa-dosanya di antara hari itu sampai Jum’at (berikutnya) dan ditambah tiga hari setelah itu. Barang siapa yang bermain kerikil, maka ia telah melakukan perbuatan sia-sia.”(HR. Muslim)

Sumber 
« Baca Selengkapnya »

Sabtu, 30 Agustus 2014

ADAB - ADAB TA'LIM

Ta'lim wa Ta'lum adalah amalan yang sangat penting untuk di hidupkan, baik di mesjid bersama jamaah maupun dirumah bersama anggota keluarga. Hal ini di sebabkan karena ta'lim wa ta'lum adalah salah satu amalan yang hidup di rumah Nabi saw, rumah sahabat r.a dan hidup juga di masjid nabawi.
Maksud dan Tujuan ta'lim wa ta'lum adalah untuk meningkatkan semangat untuk beramal, karena dibicarakannya firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw, yang membicarakan tentang keutamaan serta keuntungan mengamalankan dan ancaman apabila meninggalkannya.
Keuntungan(fadhilah) ta'lim wa ta'lum adalah :
1. Mendapatkan sakinah (ketenangan jiwa)
2. Akan dicucuri rahmat oleh Allah swt
3. Akan dikerumuni malaikat
4. Dibangga-banggakan oleh Allah swt di hadapan majelis para malaikat.
Dalam sebuah hadits di sebutkan :
"Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tidak berkumpul suatu kaum dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, saling mengajarkannya sesama mereka, kecuali di turunkan kepada mereka Sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat akan mengerumuni mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya." (Muslim, Abu Daud).
Adab-adab ta'lim wa ta'lum :
a. Adab Lahiriyah
 1. Memiliki wudhu
 2. Duduk iftirasy
 3. Memakai wangi-wangian
 4.Duduk rapat-rapat
b. Adab Bathiniyah
 1. Ta'zhim wal ihtiram (mengagungkan dan memuliakan) yang dimuliakan firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw
 2. Tasdhiq wal yaqin (mebenarkan dan meyakini)
 3. Taatsur fil-qalbi (mengesankan dalam hati)
 4. Niyatul amal wa tabligh (niat mengamalkan dan menyampaikan) 
Apabila nama Allah disebut maka kita ucapkan Subhanallahuwataala atau 'Aza wa jalla. Jika nama Rasulullah saw disebut maka kita ucapkan Shalallahualaihi wa sallam, jika nama sahabat disebutkan maka kita ucapkan Rhadiyallahuanhu untuk laki-laki atau Rhadiyallahuanha untuk perempuan. Jika nama nabi disebutkan maka kita ucapkan alaisallam. Semua ucapan tersebut di ucapkan secara sirri.
Selanjutnya majelis ditutup dengan tasbih kifarah do'a :
Subhnallahi wa bihamdihi, subhanakallauma wa bihamdika asyhadualla ilaa ha illaa anta asytaqfiruka wa atuubu ilaika.
"Maha Suci Engkau Ya Allah, segala puji bagi Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu"
« Baca Selengkapnya »

PESANAN-PESANAN WANITA

Pesanan ulama tehadap para wanita :
1.       Sholat di awal waktu
2.       Membaca Al Quran secara istiqamah
3.       Ta’lim wa ta’allum
4.       Mendidik anak secara sunnah
5.       Hidup sederhana
6.       Menutup aurat secara sempurna
7.       Melayani suami dengan baik
8.       Mendorong suami dan muhrim untuk keluar di jalan Allah
1.       Sholat Di Awal Waktu
a.       Berwudhu sebelum adzan
b.      Mendorong suami, saudara laku2, anak laki2, bapak untuk sholat berjamaah di masjid
c.       Meninggalkan semua kegiatan waktu adzan dikumandangkan
d.      Memperbanyak sholat-sholat sunnah (rawatib, Isyraq, dhuha, tasbih, awwabin, tahajud dan witir).
2.       Membaca Al Quran dan Zikir Pagi Petang secara Istiqamah
a.       Mengusahakan membaca 1 juz setiap hari bagi yang sudah lancar membaca dan 3 juz  per hari bagi yang hafidzah.
b.      Membaca surat As Sajadah dan Al Mulk di antara maghrib dan Isya
c.       Membaca surat Yasin pagi dan petang
d.      Membaca Al Waqiah sebelum tidur
e.      Membaca surat Ad Dukhan setiap hari
f.        Membaca Tasbihat , sholawat, dan istighfar masing2 100 kali di waktu setelah sholat subuh dan setelah sholat ashar
3.       Ta’lim wa Ta’allum
a.       Menghidupkan ta’lim secara istiqamah setiap hari di rumah
b.      Menceritakan kisah para Nabi dan para shahabat dengan cara yang mudah difahami oleh anak
c.       Mengajarkan cara sholat, cara berpakaian secara sunnah, dan sunnah2 nabi dalam keseharian (makan, tidur, safar, istinja, dll).
4.       Mendidik anak Secara Sunnah
a.       Memperkenalkan sunnah kepada anak sejak sedini mungkin
b.      Mendidik mereka adab-adab, doa-doa nabi, cara bergaul.
c.       Beri contoh dengan contoh yang baik
d.      Mendidik sholat ketikan usia 7 tahun dan membiasakannya untuk sholat 5 waktu dan sholat2 sunnah
5.       Hidup dengan Pola Sederhana
a.       Kita harus mencontoh kehidupan Rasulullah yang sederhana
b.      Jangan sembarangan membelanjakan harta suami secara berlebih-;ebihan dan tidak tepat, bermusyawarahlah untuk setiap pengeluaran.
c.       Belanja menurut kebutuhan bukan memenuhi keinginan nafsu.
d.      Mengatur keuangan keluarga
6.       Menutup Aurat secara Sempurna
Aurat wanita di luar sholat seluruh tubuhnya harus di tutup secara sempurna ketika keluar rumah dan ditemani dengan mahramnya
7.       Melayani Suami
a.       Mempersiapkan semua kebutuhan suami dan mengurus rumah dengan bersih dan rapi
b.      Mencuci baju, memasak,
c.       Diam ketika suami berbicara
d.      Mengantar suami apabila mau pergi
e.      Berhias / rapi / bersih / wangi di hadapan suami
f.        Memakai wangi-wangian
g.       Memelihara bau mulut
h.      Menawarkan diri ketika mau tidur
8.       Mendorong Suami dan Muhrim untuk Keluar di Jalan Allah
a.       Mengingatkan dan menyiapkan keperluan mereka
b.      Mengorbankan segala yang ada untuk memperjuangkan agama Allah
http://imanyakin.wordpress.com
« Baca Selengkapnya »

Jumat, 29 Agustus 2014

Kamus / Beberapa Istilah Dalam Usaha Dakwah dan Tabligh

Beberapa istilah yang terdapat di dalam usaha dakwah dan tabligh.  Sumber nukilan oleh Ustaz Muhammad Qosim At-Timori di buku bersaiz poket, 'Panduan Khuruj Fi Sabilillah' dalam bahasa Indonesia daripada tajuk asalnya Lampiran: Kamus beberapa Istilah dalam Jamaah Tabligh.

Beberapa istilah ini untuk memudahkan rangka kerja usaha dakwah kerana aktivis daripada pelbagai latar belakang yang berlainan terutamanya negara dan bahasa yang berbeza. Seseorang tidak pernah diwajibkan untuk mengingati istilah-istilah ini, sebaliknya akan mudah difahami dan diingati sesuai dengan masa dan pengalaman bersama jemaah. Alim ulama juga menasihatkan supaya tidak menggunakan istilah-istilah ini di khalayak umum sebaliknya menggunakan bahasa yang mudah difahami seperti 'bayan' disebut sebagai 'perbincangan/ muzakarah iman dan amal', 'karkun' kepada 'rakan seusaha', 'rahaba' kepada 'penunjuk jalan'.


Istilah yang dinyatakan;

Amir:  Pimpinan yang diangkat untuk suatu tempat. Juga pimpinan yang diangkat untuk suatu jamaah keluar di jalan Allah. Tugas Amir adalah berkhidmat kepada jamaah, bukan sebagai diktator.

Bayan: Mejelis Penerangan untuk menerangkan maksud dan tujuan usaha tabligh. Bayan biasanya berkisar untuk membicarakan enam sifat utama yang perlu diusahakan. (a) Keyakinan kepada kekuasaan Allah Swt dan keyakinan yang teguh kepada sunnah Rasulullah Saw. sebagai sumber kejayaan yang hakiki. Inilah anjuran dari kalimah Tayyibah: Laailaaha illallah Muhammadur rasulullah. (b) Memperbaiki shalat supaya menjadi shalat yang ampuh untuk mendapatkan pertolongan Allah. Shalat diusahakan supaya mirip dengan shalatnya Rasulullah Saw. (c) Ilmu dan dzikir, keduanya saling berkaitan. Sebagai alat untuk mengingat Allah dan mendekati Allah. (d) Ikramul Muslimin, yaitu menghormati dan menjaga hak-hak orang Islam. (e) Memperbaiki niat (tasyhih niat), yaitu menjaga niatnya semata-mata karena Allah,bukan untuk tujuan lain. (f) Dakwah dan tabligh yaitu: Suatu usaha yang perlu dilakukan untuk menerapkan pentingnya usaha dakwah dan tabligh di kalangan umat yang menjadi teras umat yang terbaik. Di akhir bayan dilakukan tasykil untuk mengajak orang banyak agar dapat meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah.

Bayan Hidayah: Bayan untuk menerangkan ushul-ushul tabligh di jalan Allah. Kerangka kerja luar di jalan Allah. (*nasihat-nasihat terhadap jemaah yang telah dibentuk sebelum berangkat khuruj, perkara terpenting ialah mengikuti tertib-tertib yang telah diberikan dalam usaha dakwah dan tabligh).

Bayan Wafsi: Bayan untuk mereka yang baru pulang dari keluar di jalan Allah. Kerangka kerja tempatan juga diterangkan kepada mereka. (*nasihat-nasihat yang diberikan setelah jemaah kembali dari khuruj, perkara yang terpenting ialah menjalankan kerja-kerja dakwah di tempat sendiri. Disebut juga sebagai bayan tangguh. Ada juga menyatakan istilah yang sepatutnya adalah bayan hidayah amal maqami.)

Buzruq: Orang alim atau ulama serta orang-orang yang telah lama mengikuti usaha tabligh serta mempunyai kepahaman cukup luas di bidang usaha tabligh.

Cillah: Satu jangka waktu (sekitar 40 hari) yang dijalani oleh ahli-ahli tabligh (karkun) untuk berusaha memperbaiki diri dari segi iman, amal, akhlak dan lain-lain. Untuk hal ini, para ahli tabligh hendaknya menyempurnakan cillahnya sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. Dan paling sedikit meluangkan waktunya 3 cillah (4 bulan) seumur hidup. (*tahapan cillah senantiasa meningkat, sekarang dikehendaki memenuhi 3 cillah setiap tahun.)

Dzihin: Membentuk pikir supaya senantiasa risau dengan keadaan agama. Juga membentuk pikir supaya senantiasa berghairah untuk berusaha ke arah iman dan pikir umat.

Ghast: Ziarah dari rumah ke rumah atas maksud iman. (Jaulah) usaha yang mirip dengan yang dilakukan Rasulullah Saw. ketika pergi berjumpai setiap orang di Makkah. (*disebut juga sebagai dakwah umumi. Ghast ini dilakukan sebelum maghrib atau selepas solat maghrib dengan dimulai muzakarah adab ziarah. Program harian semasa keluar di jalan Allah dan program mingguan semasa berada di tempat tinggal atau maqami. Sekurang-kurangnya 45 minit masa yang dikehendaki.)

Hadhatji/ Hadratji: Amir bagi seluruh dakwah tabligh di seluruh dunia.

Halaqah: Dalam setiap markas, dibagi menjadi beberapa kawasan yang disebut halaqah. Halaqah terdiri dari beberapa sub halaqah dan sub halaqah dibagi lagi menjadi mohalla-mohalla. (*turutan kurang lebih Markas dunia (Nizamuddin) > Markas Negara > Sub Markas (markas-markas dalam negara) > Halaqah > Sub Halaqah > Mohalla (masjid/ surau di kampung atau taman perumahan.)

I'tikaf: Bermalam atau duduk di masjid dalam jangka waktu tertentu sambil melakukan beberapa amalan masjid.

Ijtima: Satu perhimpunan tahunan yang diadakan untuk menghimpun orang banyak untuk keluar di jalan Allah. ( *Perhimpunan usaha dakwah dan tabligh di satu-satu negara sama ada akan dibuat setiap tahun, dua tahun atau tiada penetapan tertentu berpandukan mesyuarat dunia di Nizamuddin.)

Ijtima'i: Usaha secara bersama-sama. (*aktiviti/ amalan yang dilakukan secara berjemaah seperti ghast, taklim, bayan, muzakarah; amalan ijtima'i ini diutamakan daripada amalan yang dilakukan secara bersendirian.)

Ikhtilat dan tafakud: Memilih dan mempertemukan mereka yang layak untuk dibentuk ke dalam jamaah yang akan keluar di jalan Allah.

Ikram: Memuliakan.

Infiradi: Usaha secara perorangan. (*aktiviti/ amalan individu seperti berzikir, solat sunat, rehat dan lain-lain. Apabila waktu bersamaan dengan amalan ijtima'i, dinasihatkan bersegera meninggalkan apa jua aktiviti/ amalan infiradi)

Intizam: Pekerjaan pengurusan, pengendalian dan pengelolaan untuk menyelenggarakan perhimpunan (jord, ijtima' dan sebagainya.)

Islah: Memperbaiki diri dalam usaha jamaah tabligh. Program-program tertentu dibuat untuk pengislahan melalui usaha dakwah, ta'lim, ibadah dan dzikir serta khidmat.

Israf: Berlebihan.

Istiqbal: Penyambutan tamu yang menyambut tamu-tamu yang datang untuk menghadiri majelis perhimpunan atau majelis bayan dan sebagainya. (*dalam perhimpunan besar seperti ijtima', akan dibentuk jemaah istiqbal dan disediakan ruangan khusus dan merupakan bahagian terpenting dalam kerja pendataan ijtima'. Selain itu, di tiap markas negara juga ada jemaah khusus istiqbal bertujuan pendataan jemaah yang keluar masuk ke markas.)

Jamaah: Sekelompok orang yang memiliki pikir yang sama dan maksud serta usaha yang sama pula.

Jaulah: Berkeliling menjumpai manusia untuk mengajak taat kepada Allah. (*sinonim ghast, ziarah)

Jazbah: Semangat atau keghairahan dan perasaan cinta seseorang terhadap usaha agama dan yang berkaitan dengan itu.

Jord: Perhimpunan untuk mendapatkan nasehat serta memperbaharui tekat untuk azam, juga untuk mempererat hubungan antara ahli. Jamaah-jamaah juga dibentuk di sini untuk dikirim ke seluruh dunia. (*perhimpunan yang diadakan lebih kecil berbanding dengan ijtima', sama ada peringkat markas, negeri atau wilayah.)

Josh: Perasaan berkobar-kobar yang luar biasa yang kadang-kadang melewati batas kewajaran karena terlalu suka atau terlalu marah.

Kalamullah: Firman Allah.

Karkun: Rekan-rekan satu usaha dalam dakwah dan tabligh. (* di Indo-Pak disebut sebagai 'saathi' manakala di Yaman, 'shahibuddakwah'. Ulama dakwah & tabligh tidak pernah menganjurkan istilah ini kerana kekhuatiran sifat ekslusif, kerja dakwah bukan untuk selain karkun atau menimbulkan semangat assobiyyah.)

Khadim: Orang yang bertugas melayani.

Khidmat: Pelayanan atau melayani.

Khuruj Fi Sabilillah: Keluar ke jalan Allah, yaitu keluar dari tempat kediaman bergerak di jalan Allah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu masjid ke masjid lain di seluruh dunia untuk menjalin silaturahmi dan berdakwah atau tabligh.

Korban: Maksudnya adalah mengorbankan waktu, harta dan tenaga. Tanpa pengorbanan itu, usaha jemaah tidak akan tercapai.

Mahabbah: Kecintaan.

Maqami: Kerja dakwah di tempat sendiri.

Markas atau Subguzari: Tempat perhimpunan atau tempat pertemuan untuk menyelaraskan kerja-kerja dakwah dan tabligh, membentuk jamaah serta mengeluarkan jamaah di jalan Allah. Juga bermalam di setiap pekan (minggu) yang dikenal sebagai malam Subguzari.

Mohalla: Tempat tinggal para aktivis tabligh di tempat medan usahanya di tengah-tengah masyarakat setempat. Di sinilah dihidupkan ghast atau usaha dakwah tempatan.

Mu'amalah: Hubungan yang berkaitan dengan transaksi atau perniagaan.

Mua'syarah: Hubungan dalam pergaulan sosial.

Mudzakarah: Saling mengingatkan.

Mujahadah: Bekerja keras melawan kehendak hawa nafsu yang rendah serta tabah menghadapi berbagai ujian baik lahiriah maupun batiniah atau perasaan.

Musaffah: Berjabat tangan atau salam. Biasanya dalam jamaah, musaffah dilakukan dengan orang lama atau alim ulama sebelum jamaah keluar di jalan Allah.

Mutakallim: Juru bicara, yakni orang yang ditugaskan untuk berbicara ketika berjumpa dengan orang-orang yang ditemui pada waktu membuat ghast (jaulah).

Purdah: Sejenis kain yang menutupi wajah wanita.

Rahaba: Petunjuk jalan yang akan mempertemukan orang yang akan dijumpai dengan mutakallim.

Routes: Tempat atau rangkaian tempat yang akan dikunjungi jamaah dalam usahanya. (*contohnya, Jemaah jalan kaki akan keluar selama 2 bulan di Kelantan dan Terengganu. Jemaah 4 bulan negara jauh akan ke Germany.)

Ta'lim: Mengajar atau mempelajari.

Takazah: Kehendak, keperluan dan tuntutan yang dibentangkan untuk disambut dan dipenuhi karkun-karkun tabligh dalam usaha agama. (*Takazah akan dibentangkan di dalam mesyuarat yang diadakan sama ada dalam peringkat markas, halaqah atau di mohalla-mohalla tempatan (masjid/ surau). Contohnya, i) Jord pelajar akan diadakan, setiap halaqah diberi tugasan untuk menyediakan sama ada khidmat minuman, makanan dan pembersihan. ii) Target ijtima' mengeluarkan 700 jemaah 4 bulan, maka di setiap markas, tasykil 4 bulan sebanyak-banyaknya perlu dibuat sebelum ijtima'. iii) 7 jemaah dari Arab akan tiba pada bulan hadapan, takazahnya adalah menyediakan beberapa ustaz/ pelajar untuk menyertai jemaah ini sebagai penterjemah bahasa Arab, maka di setiap mohalla dan halaqah akan melakukan tasykil.)

Taqrir: Pembicaraan mengenai iman dan amal saleh untuk lebih menguatkan dan menumbuhkan semangat, juga menghadirkan hati dan pikiran sehingga dapat ditasykil untuk keluar di jalan Allah. Biasanya dilakukan di masjid ketika rombongan jaulah sedang berkeliling ke rumah-rumah. Atau pada hari (malam) Ijtima' markas yang dilakukan pada sore (petang) hari.

Targhib: Memberi perkataan (ucapan) kepada orang lain/ dorongan untuk membangkitkan rasa suka.

Tarhib: Kata-kata untuk memperingatkan diri sendiri.

Tasykil: Usaha membujuk atau mengajak orang banyak dengan memberikan ajakan-ajakan dan keterangan-keterangan agar dapat meluangkan waktu di jalan Allah.

Tawajjuh: Memusatkan perhatian kepada sesuatu.

Tilawah: Membaca. Biasanya digunakan sebagai istilah dalam membaca Al- Quran.

Ushul-Ushul: (atau adab dan usul); Tata tertib; Tertib-tertib jama'ah yang perlu diperhatikan ketika sedang menjalankan usaha tabligh. (*boleh lihat di Tertib: Usul Dakwah dan Tabligh.)

Zon: Pembahagian kawasan menurut rangka usaha tabligh. Kawasan-kawasan ini tidak dibatasi oleh zon politik.

Zumidar/ Zumindar: Orang yang bertanggungjawab dalam suatu tugas dalam rangka usaha jama'ah ketika amir tidak ada.



Tambahan (senarai tidak dinyatakan dalam buku tersebut):


Bairuni atau Intiqoli: Merujuk kepada keluar di jalan Allah. Contoh, usaha maqami (tempatan) dan usaha bairuni (luar).

Bayan Ta'ruf: Majlis penerangan untuk memperkenalkan jemaah setelah tiba di tempat tujuan. Lazimnya dilkukan setelah melakukan solat fardhu zuhur.

Bayan Subuh: Penerangan berkenaan 6 perkara atau sifat utama yang ada pada sahabat Rasulullah Saw.

Bayan Asar: Penerangan mengenai kepentingan dakwah. Bertujuan targhib dan menyediakan jemaah masjid/ surau untuk melakukan ghast (jaulah). 

Bayan Maghrib: Penerangan berkisar dalam 6 perkara dan bertujuan mengajak jemaah masjid/ surau meluangkan waktu untuk khuruj di jalan Allah.

Bazaar: Kedai atau gerai perniagaan yang ada di sekitar markaz.

Chai/ Garam Chai: Minuman teh susu (pekat), ditambah dengan sedikit garam. 

DTI: Singkatan kepada dakwah, taklim dan istiqbal. Usaha ziarah dilakukan seperti ghast (jaulah), tiada majlis penerangan/ bayan. 

Faisala: Pembuat keputusan dalam mesyuarat halaqah atau markaz. 

IPB: Singkatan kepada India, Bangladesh dan Pakistan. Aktivis diisyaratkan untuk khuruj ke negara ini terlebih dahulu sebelum ke negara-negara lain bertujuan mendengar nasihat-nasihat alim ulama dan mempelajari cara kerja usaha dakwah dan tabligh mengikut tertib yang betul. 

Karguzari: Laporan atau natijah/ hasil usaha dakwah tabligh yang telah dilakukan. Akan dibentangkan dalam mesyuarat yang akan diadakan sama ada di peringkat markas, halaqah atau mohalla.

Khususi: Usaha ziarah yang dilakukan terhadap golongan-golongan tertentu. Contohnya; ziarah kepada penanggungjawab masjid/ surau, ustaz atau alim ulama, karkun/ rakan seusaha yang 'berehat' dan sebagainya. 

Malfuzat: Kata-kata atau ucapan. Kumpulan malfuzat-malfuzat Maulana Ilyas rah.a yang dinukilkan oleh Maulana Manzoor Numani, baca atau muat turun di Malfoozaat - Discourses Of Maulana Ilyas Rah.a (Eng) 

Masturoh/ Masturat: Wanita. Wanita juga khuruj di jalan Allah bersama-sama dengan mahramnya yang dipanggil jemaah Masturat. Ada program khusus seperti bayan dan taklim masturat mingguan. Maklumat program, usaha atau tertib masturat boleh mencarinya melalui laman-laman bermanfaat di internet. 

Masyaikh atau Eldest: Alim ulama atau orang lama/awwalin dalam usaha dakwah. 

Mesyuwarah/ Mesyuarat: Perbincangan untuk mencapai kata putus dalam rangka kerja penyelarasan dan agihan tugasan usaha dakwah. Lazimnya dimulai dengan dzihin/ targhib dan penerangan adab-adab mesyuarat. Karguzari dan takazah merupakan perkara penting dalam mesyuarat. Mesyuarat dilakukan di pelbagai peringkat; mesyuarat harian di setiap mohalla, mesyuarat mingguan untuk setiap halaqoh dan markas serta mesyuarat bulanan di setiap markas.

Mutarjim: Penterjemah bahasa. 

Muzakkir atau Zakirin: Seseorang yang diberi tanggungjawab untuk berzikir dan berdoa memohon pertolongan dan hidayah Allah di dalam program ghast (jaulah). 

Nisob/ nisab:  Jangka masa khuruj Fi Sabilillah yang perlu dipenuhi oleh aktivis iaitu 3 hari atau 10 hari setiap bulan dan 40 hari atau 4 bulan setiap tahun. Tahapan nisab ini senantiasa meningkat bersesuaian kemajuan usaha. Apa yang dikehendaki, aktivis bersedia keluar khuruj pada bila-bila masa dan keadaan mengikut takazah.

Nusrah/ Nusroh: Bantuan atau kerjasama.

Syura/ Syuro: Penanggungjawab di satu-satu markaz. Beberapa syura akan dilantik bagi setiap markaz.

Ta'am / To'am: Makanan. Khidmat ta'am merujuk kepada khidmat menyediakan makanan kepada jemaah.

Tamsil/ Tamthil: Perumpamaan; analogi; perbandingan.


Beberapa panggilan jemaah: Jemaah Pelajar, Jemaah Ulama, Jemaah Santri, Jemaah Khawas (orang-orang kaya atau berpangkat), Jemaah Hafiz, Jemaah Jalan Kaki, Jemaah Masturat (wanita/ pasangan mahram), Jemaah Cikgu (atau profesion kerja), Jemaah Awam (orang awam), Jemaah Foreign/ Afrika (atau nama-nama tempat/ negara), Jemaah 4 bulan (atau tempoh-tempoh khuruj), Jemaah Runcit (ahli-ahli jemaah berlatar belakang negara/ tempat/ bahasa yang berbeza-beza).

Sumber
« Baca Selengkapnya »

Kamis, 28 Agustus 2014

28 USHUL DAKWAH

Dalam usaha dakwah perlu diperhatikan tertib-tertib dakwah atau ushul dakwah. Dakwah yang tidak dilaksanakan dengan tertib tidak akan menyatukan ummat, tetapi dakwah akan dilaksanakan menurut hawa nafsu dan kepentingan tertentu. Hasilnya ummat akan terpecah belah. Ushul Dakwah ada 28, yaitu :

4 perkara yang diperbanyak :
1. Da'wah Illallah
2. Ta'lim Wata'alum
3. Zikir lbadah
4. Khidmat

4 perkara yang dikurangi:
1. Masa makan dan minum
2. Masa tidur dan istirahat
3. Keluar masjid
4. Bicara yang sia-sia

4 perkara yang harus dijaga :
1. Jaga taat kepada Amir
2. Jaga amalan ijtima-i dibandingkan amalan infirodi
3. Jaga kehormatan masjid
4. Sifat sabar dan tahan uji

4 perkara yang ditinggalkan :

1. Mengharapkan kepada makhluk, dan mengharap hanya kepada Allah
2. Meminta kepada makhluk, dan meminta hanya kepada Allah
3. Memakai barang orang lain tanpa izin
4. Sifat boros dan mubadzir

4 perkara yang tidak boleh disentuh :

1. Masalah politik (dalam dan luar negeri)
2. Masalah khilafiyah(perbedaanpendapat mahzab/ulama)
3. Aib masyarakat
4. Sumbangan, pangkat, status dan jabatan

4 perkara yang dijauhkan :
1. Merendahkan
2. Melihat kekurangan/mengkritik
3. Membandingkan
4. Tidak menolak dan tidak menerima secara langsung

4 pihak yang dihargai/didekati
:
1. Ahli Da'wah (mubaligh)
2. Ahli Ilmu (Kyai, Ustadz, Santri, dsb)
3. Ahli Dzikir (thariqot)
4. Ahli pengarang kitab (penulis buku, majalah, artikel, dsb).


PENJELASAN 4 PERKARA YANG DIPERBANYAK

Dakwah Illallah, terbagi 4:
1. Dakwah Umumi
2. Dakwah Khususi
3. Dakwah Ijtima'i
4. Dakwah Infirodi

Ta 'lim Wata'alum, terbagi 4:

1. Ta'lim Kitabi
2. Halaqah tajwid Al Qur'an
3. Mudzakarah 6 Si fat Sahabat
4. Mudzakarah Usul Da'wah

Dzikir Ibadah, terbagi 4:

1. Shalat sunnat
2. Tilawah Al Qur'an
3. Dzikir pagi petang
4. Do'a masnunah

Khidmat, terbagi 4:
1. Khidmat kepada Amir
2. Khidmat kepada Jama’ah
3. Khidmat kepada makhluk
4. Khidmat infirodi (diri sendiri)

8 Amalan Ijtima'i (Berjamaah) :
1. Musyawarah
2. Ta'lim
3. Jaulah
4. Bayan
5. Khidmat
6. Makan (ta'am)
7. Tidur
8. Safar(perjalanan)

8 Amalan infirodi (individu) :
1. Dakwah infirodi minimal 25 kali
2. Qiyamul Lail dan shalat sunnat lainnya
3. Baca Al Qur'an minimal satu juz
4. Dzikir pagi- petang
5. Do'a masnunah
6. Jaga fikir dari fikir dunia
7. Jaga mata dan jasad dari pandangan maksiat
8. Jaga hati dari lintasan penyakit hati (ujub, takabur, riya. dsb)

Pentingnya Ushul Dakwah adalah apabila ushul dakwah dilaksanakan maka hati menjadi lembut. Apabila hati menjadi lembut akan mudah tawajjuh kepada Allah subhaanahuu wa ta’aalaa. Apabila tawajjuh kepada Allah subhaanahuu wa ta’aalaa do'a akan terkabul. Apabila do'a terkabul pertolongan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa akan datang. Apabila pertolongan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa datang maka Agama Islam akan kuat (berjaya). Tanda kuatnya amalan Islam pada ummat manusia adalah hidup didasari kasih sayang, suka tolong menolong dan saling membantu dalam perkara keduniaan apalagi perkara agama (keakhiratan). Nampak dalam kehidupan bermasyarakat saling bersilaturrahim dan bermusyawarah dalam setiap urusan. Jauh dari sifat iri hati, dengki, hasud dan pertengkaran. Ummat dalam keadaan satu hati dan kasih sayang.
« Baca Selengkapnya »

Kamis, 21 Agustus 2014

Kelebihan Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Orang yang dalam hidupnya mengamalkan sunnah-sunnah Rasulukkah saw sejak ia bangun tidur sampai tidur kembali, maka orang tersebut akan mendapatkan 4 keuntungan di dunia dan 4 keuntungan akhirat.

4 keuntungan di dunia :
1. Dia disayangi orang di dunia
2. Dia ditakuti musuh / syetan
3. Hidup akan diberkahi
4. Agama tidak akan tercemar.

4 Keuntungan di Akhirat :
1. Dikubur kita mengenal wajah Rasulullah saw
2. Rasulullah saw memberisa syafaat pada orang yang selalu hidupkan sunnah
3. Rasulullah saw mengenal kita di padang mahsyar
4. Bertetangga dengan Rasulullah saw

Kelebihan Sunnah :
1. Dalam sunnah ada kejayaan
2. Mempunyai daya kekuatan luar biasa
3. Dapat sifat ikram
4. Sunnah perbuatan kita telah mentauhidkan Allah swt
5. Mempunyai nur ( memberi hidayah pada orang lain )


Read more at http://resmalayu.blogspot.com/2013/10/kelebihan-menghidupkan-sunnah.html#QIqWiv1UqVUaVv7f.99
« Baca Selengkapnya »

Mudzakarah 6 Sifat Sahabat

Allah SWT meletakkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat hanyalah pada agama Islam yang sempurna. Agama Islam yang sempurna adalah agama yang dibawa oleh Rasululloh SAW. Meliputi Iman, Ibadah, Muamalah, Mu’asyarat dan Akhlaq. 
Pada saat ini umat Islam tidak ada kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkan agama secara sempurna. 
Para sahabat RA telah sukses dan jaya dalam mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat dasar yang terkandung dalam enam sifat sahabat yang meliputi:

1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah”
2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
3. Ilmu ma’adzikir
4. Ikromul Muslimin
5. Tashihun niat
6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah.

Enam sifat sahabat RA tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam Al Qur’an dan Al Hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.

1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah“.

Arti : 
Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt. Dan Baginda Muhammad Saw. Adalah utusan Allah.

Maksud Laa ilaha illallah:
Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah Swt. Di dalam hati.

Fadhilah :
1. Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt., maka dijamin masuk surga.
2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dipersilahkan masuk surga dari pintu mana yang dia suka.
3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali dunia.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.
2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-halaqoh / majlis iman yakin (bicara atau dengar).
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat iman dan yakin.

Maksud Muhammadarrasulullah
Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kejayaan dunia dan akherat hanya dengan cara ikut sunnah Rasulullah Saw.

Fadhilah :
1. Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku (Muhammad) sebagai utusan Allah.
2. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid.
3. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan bersamaku didalam surga.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.
2. Latihan , yaitu dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. Dalam kehidupan kita selama 24 jam.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunnah.

2. Sholat khusyu’ dan khudlu’ 
Arti : 
Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikut cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Maksud Shalat Khusu dan Khudu:
Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt didalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.

Fadhilah :
1. Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
2. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.
3. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah milahnya orang beriman.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya shalat
2. Latihan dengan cara :
a. Memperbaiki dhahirnya shalat.
b. Menghadirkan keagungan Allah
c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.

3. Ilmu ma’adzikir
Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah Swt melalui Baginda Rasulullah Saw.
Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah.

Maksud Ilmu ma’adzikir
Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah Saw.

Fadhilah Ilmu:
1. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka akan Allah fahamkan dirinya pada masalah agama.
2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga.
3. Barangsiapa mempelajari satu ayat Al Quran maka nilainya adalah lebih baik daripada shalat sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya daripada shalat sunnah 1000 rakaat.

Fadhilah Dzikir:
1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati.
2. Allah berfirman : Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang.
3. Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu.

Cara mendapatkan ilmu fadhail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah.
b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail
c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.

Cara mendapatkan ilmu masail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama.
b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia.
c. Sering berziarah kepada para alim ulama .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.

Cara mendapatkan dzikir :
1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Swt.
2. Latihan dengan cara :
a. Setiap hari membaca Al Quran (usahakan 1 juz).
b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X.
Ketika membaca tasbihat maka hadirkan kemahasucian Allah
Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa Rasulullah kepada kita.
Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat Maha Pengampunnya Allah.
c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.

4. Ikromul Muslimin
Arti : 
Memuliakan sesama orang islam / muslim.

Maksud ikramul muslimin
Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.

Fadhilah :
1. Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.
2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.
3. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikram
2. Latihan dengan cara :
a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal.
b. Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan uloama dan menghormati sesama.
c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah Saw.

5. Tashihun niat 

Arti :  
Membetulkan / meluruskan niat

Maksud tashihun niat :
Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Swt.

Fadhilah :
1. Sesungguhnya Allahtidak akan menerima amalan seseorang kecuali dengan ikhlas.
2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu.
3. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda : Wahai Muadz jagalah keihklasan karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.
2. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.

6. Da’wah dan Tabligh Khuruj fi Sabilillah
Arti: 
Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan Allah.

Maksud :
1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah.
2. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.

Fadhilah :
1. Allah berfirman : dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada seseorang yang mengajak manusia kepada Allah.
2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan.
3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya.

Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.
2. Latihan dengan cara : keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 h setiap tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari. Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bl tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap hari.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.
« Baca Selengkapnya »