Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2014

ADAB - ADAB TA'LIM

Ta'lim wa Ta'lum adalah amalan yang sangat penting untuk di hidupkan, baik di mesjid bersama jamaah maupun dirumah bersama anggota keluarga. Hal ini di sebabkan karena ta'lim wa ta'lum adalah salah satu amalan yang hidup di rumah Nabi saw, rumah sahabat r.a dan hidup juga di masjid nabawi.
Maksud dan Tujuan ta'lim wa ta'lum adalah untuk meningkatkan semangat untuk beramal, karena dibicarakannya firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw, yang membicarakan tentang keutamaan serta keuntungan mengamalankan dan ancaman apabila meninggalkannya.
Keuntungan(fadhilah) ta'lim wa ta'lum adalah :
1. Mendapatkan sakinah (ketenangan jiwa)
2. Akan dicucuri rahmat oleh Allah swt
3. Akan dikerumuni malaikat
4. Dibangga-banggakan oleh Allah swt di hadapan majelis para malaikat.
Dalam sebuah hadits di sebutkan :
"Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Tidak berkumpul suatu kaum dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, saling mengajarkannya sesama mereka, kecuali di turunkan kepada mereka Sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat akan mengerumuni mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di kalangan malaikat yang ada di sisi-Nya." (Muslim, Abu Daud).
Adab-adab ta'lim wa ta'lum :
a. Adab Lahiriyah
 1. Memiliki wudhu
 2. Duduk iftirasy
 3. Memakai wangi-wangian
 4.Duduk rapat-rapat
b. Adab Bathiniyah
 1. Ta'zhim wal ihtiram (mengagungkan dan memuliakan) yang dimuliakan firman Allah swt dan sabda Rasulullah saw
 2. Tasdhiq wal yaqin (mebenarkan dan meyakini)
 3. Taatsur fil-qalbi (mengesankan dalam hati)
 4. Niyatul amal wa tabligh (niat mengamalkan dan menyampaikan) 
Apabila nama Allah disebut maka kita ucapkan Subhanallahuwataala atau 'Aza wa jalla. Jika nama Rasulullah saw disebut maka kita ucapkan Shalallahualaihi wa sallam, jika nama sahabat disebutkan maka kita ucapkan Rhadiyallahuanhu untuk laki-laki atau Rhadiyallahuanha untuk perempuan. Jika nama nabi disebutkan maka kita ucapkan alaisallam. Semua ucapan tersebut di ucapkan secara sirri.
Selanjutnya majelis ditutup dengan tasbih kifarah do'a :
Subhnallahi wa bihamdihi, subhanakallauma wa bihamdika asyhadualla ilaa ha illaa anta asytaqfiruka wa atuubu ilaika.
"Maha Suci Engkau Ya Allah, segala puji bagi Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu"
« Baca Selengkapnya »

Kamis, 28 Agustus 2014

28 USHUL DAKWAH

Dalam usaha dakwah perlu diperhatikan tertib-tertib dakwah atau ushul dakwah. Dakwah yang tidak dilaksanakan dengan tertib tidak akan menyatukan ummat, tetapi dakwah akan dilaksanakan menurut hawa nafsu dan kepentingan tertentu. Hasilnya ummat akan terpecah belah. Ushul Dakwah ada 28, yaitu :

4 perkara yang diperbanyak :
1. Da'wah Illallah
2. Ta'lim Wata'alum
3. Zikir lbadah
4. Khidmat

4 perkara yang dikurangi:
1. Masa makan dan minum
2. Masa tidur dan istirahat
3. Keluar masjid
4. Bicara yang sia-sia

4 perkara yang harus dijaga :
1. Jaga taat kepada Amir
2. Jaga amalan ijtima-i dibandingkan amalan infirodi
3. Jaga kehormatan masjid
4. Sifat sabar dan tahan uji

4 perkara yang ditinggalkan :

1. Mengharapkan kepada makhluk, dan mengharap hanya kepada Allah
2. Meminta kepada makhluk, dan meminta hanya kepada Allah
3. Memakai barang orang lain tanpa izin
4. Sifat boros dan mubadzir

4 perkara yang tidak boleh disentuh :

1. Masalah politik (dalam dan luar negeri)
2. Masalah khilafiyah(perbedaanpendapat mahzab/ulama)
3. Aib masyarakat
4. Sumbangan, pangkat, status dan jabatan

4 perkara yang dijauhkan :
1. Merendahkan
2. Melihat kekurangan/mengkritik
3. Membandingkan
4. Tidak menolak dan tidak menerima secara langsung

4 pihak yang dihargai/didekati
:
1. Ahli Da'wah (mubaligh)
2. Ahli Ilmu (Kyai, Ustadz, Santri, dsb)
3. Ahli Dzikir (thariqot)
4. Ahli pengarang kitab (penulis buku, majalah, artikel, dsb).


PENJELASAN 4 PERKARA YANG DIPERBANYAK

Dakwah Illallah, terbagi 4:
1. Dakwah Umumi
2. Dakwah Khususi
3. Dakwah Ijtima'i
4. Dakwah Infirodi

Ta 'lim Wata'alum, terbagi 4:

1. Ta'lim Kitabi
2. Halaqah tajwid Al Qur'an
3. Mudzakarah 6 Si fat Sahabat
4. Mudzakarah Usul Da'wah

Dzikir Ibadah, terbagi 4:

1. Shalat sunnat
2. Tilawah Al Qur'an
3. Dzikir pagi petang
4. Do'a masnunah

Khidmat, terbagi 4:
1. Khidmat kepada Amir
2. Khidmat kepada Jama’ah
3. Khidmat kepada makhluk
4. Khidmat infirodi (diri sendiri)

8 Amalan Ijtima'i (Berjamaah) :
1. Musyawarah
2. Ta'lim
3. Jaulah
4. Bayan
5. Khidmat
6. Makan (ta'am)
7. Tidur
8. Safar(perjalanan)

8 Amalan infirodi (individu) :
1. Dakwah infirodi minimal 25 kali
2. Qiyamul Lail dan shalat sunnat lainnya
3. Baca Al Qur'an minimal satu juz
4. Dzikir pagi- petang
5. Do'a masnunah
6. Jaga fikir dari fikir dunia
7. Jaga mata dan jasad dari pandangan maksiat
8. Jaga hati dari lintasan penyakit hati (ujub, takabur, riya. dsb)

Pentingnya Ushul Dakwah adalah apabila ushul dakwah dilaksanakan maka hati menjadi lembut. Apabila hati menjadi lembut akan mudah tawajjuh kepada Allah subhaanahuu wa ta’aalaa. Apabila tawajjuh kepada Allah subhaanahuu wa ta’aalaa do'a akan terkabul. Apabila do'a terkabul pertolongan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa akan datang. Apabila pertolongan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa datang maka Agama Islam akan kuat (berjaya). Tanda kuatnya amalan Islam pada ummat manusia adalah hidup didasari kasih sayang, suka tolong menolong dan saling membantu dalam perkara keduniaan apalagi perkara agama (keakhiratan). Nampak dalam kehidupan bermasyarakat saling bersilaturrahim dan bermusyawarah dalam setiap urusan. Jauh dari sifat iri hati, dengki, hasud dan pertengkaran. Ummat dalam keadaan satu hati dan kasih sayang.
« Baca Selengkapnya »

Rabu, 20 Agustus 2014

Musyawarah Dan Adab-Adab Dalam Musyawarah

Maulana ilyas rah.a berkata “Musyawarah adalah perkara yang besar.Allah Swt berjanji apabila kalian duduk ber Musyawarah dan bertawakal kepada Allah Swt ,maka sebelum kalian berdiri ,kalian akan mendapat taufik ke jalan yang lurus.”

Musyawarah adalah azas dari usaha dakwah ini yang akan menjadi ruh dalam setiap pengorbanan.pengorbanan tanpa Musyawarah akan sia-sia.tanpa Musyawarah maka ijtima “iyyat kerja akan hilang dan pertolongan Allah Swt.Akan menjauh,karena nusralullah akan datang melalui kebersamaan umat ini.

Musyawarah adalah pengganti turunyya wahyu yang tidak akan turun lagi ,usaha ini tidak mengharap bantuan dari dunia tetepi semata-mata hanya pertolongan dari Allah Swt.Dengan Musyawarah kesatuan hati akan terwujud dan akan meningkatkan pikir.

Ijima iyyat bukan berkumpulnya sekelompok orang,tetapi adanya kesatuan hati,pikir,dan gerak sebagai mana dalam shalat berjamaah.ketika shalat seluruh jamaah satu hati (tawajuh),satu pikir (khusyu) dan satu gerak dan ini akan terwujud jika memiliki sipat itsar (mengutamakan orang lain daripada diri sendiri) dan tawadhu (merasa orng lain lebih baik daripada diri sendiri).

Maulana I”namul rah a berkata :
  • Musyawarah adalah berkumpul ,berpikir dan mentaaati keputusan.seluruh anbiya a.sbiasa   dudukdan berpikir.Rasullullah Saw masuk ke gua hira duduk berpikir dan menerima wahyu.dimana ada kerisauan disitu ada petunjuk Allah Swt.
  • Karena seekor ayam mau mujahadah duduk mengerami telurnya maka telurnya pun mendapat ruh dan hidup sehingga jika kita mau duduk dalam Musyawarah maka Allah Swt akan bukakan jalan pemecahan.
  • Sebelum waktu Musyawarah diadakan para ahli musyawarah banyak berdoa dan menangis agar Allah Swt memberikan keputusan terbaik dan tetap tawajjuh dalam Musyawarah.apabila di dalam Musyawarah terjadi kerusakan ini maka keruakan ini akan akan wujud ke seluruh alam.
  • Kerja ini adalah kerja Nabi Rasullullah Saw tidak bekerja sendirian tetapi bekerjasama dengan para sahabat r.a sehingga mereka semua mendapat tarbiyah dari Allah Swt maka betulkan niat hanya mencari keridhaanNya agar Allah Swt memberi tarbiyah yang sama.
  • Sasaran Musyawarah adalah bagaimana agar setiap usulan dengan mudah dan senang hati diterima oleh Musyawirin.setiap usul dan keputusan harus jelas terbentang di hadapan seluruh ahli Musyawarah agar tidak terjadi perpecahan dan selama hal itu merupakan yang terbaik untuk umat.
  • Tidak menyimpan prasangka dalam Musyawarah , seluruhnya harus di bentangkan dan di ajukan. Bila banyak usulan yang muncul berarti pikir jamaah bertambah.
  • Setan selalu berusaha menggoda manusia begitu pun dalam Musyawarah.Setan selalu menggoda untuk memberi usul dengan paksa.Setan brusaha agar kita memandang remeh usulan yang lain dan berusaha agar kita tidak ikhlas menerima keputusan musyawarah.
  • Adapun usul yang muncul harus di tanggapi dengan hati lapang, bila tidak akan demikian orang tidak akan menganggap penting duduk dalam Musyawarah.
  • Tidak memotong , meremehkan dan menertawakan usul orang lain.Rasullullah Saw berkata kepada Abu Bakar r.a”anggaplah diri kita hina pada setiap mengajukan usul seseorang jangan membicarakan keburukan susul seseorang di belakangnya.bertambah takutlah kepada Allah.bila usul di terima sebaliknya apabila usul tidak diterima bolleh merasa lega”.perbanyaklah bersyukur sepanjang Musyawarah jangan ada maksud yang lain ketika memberikan usul. Kemukakan lah usul semata-mata untuk kepentingan dien.maka Allah Swt akan menjadikan Musyawarah sebagai asbab tarbiyah bagi diri kita sendiri.
  • Berpikirlah dengan sungguh –sungguh cari kecocokan antara tugas dan pelaksanaanya.jangan sampai orang diberi tugas merasa terbebani. Berikan usul yang terbaik,singkat,jelas dan mampu di amalkan.
ADAB – ADAB DALAM MUSYAWARAH
  1. Musyawarah di pimpin oleh seorang amir , sebaiknya amir shaf.sebelum musyawarah ,hendaknya amir mengosongkan hati dan pikirannya dadari rencana yang mungkin akan di putuskan dalam musyawarah.
  2. Musyawarah diawali dengan Basmalah , Hamdalah , Hendaknya masing – masing berdoa : “allahumma alhimna mara sida umurina wa adidna ming syururi angfusina wa ming syayiati a maalina”. Artinya : “ Ya Allah berilah kami petunjuk ( ilham ) apa yang menjadi urusan kami dan kami berlindung dari kejahatan diri kami dan keburukan perbuatan orang lain”.
  3. Zihin singkat untuk membentuk pikir para musyawirin tentang arti , maksud dan tujuan musyawarah.Timbulnya Jazbah pada setiap ahli musyawarah sehingga tidak ada yang merasa di perintah.
  4. Musyawirin menyampaikan Kargozari ( Laporan kegiatan program yang telah di lakukan ).
  5. Amir musyawarah meminta usul – usul mulai dari sebelah kanan ke sebelah kiri .Mengajukan usul usul yang terbaik dan setelah usul disampaikan , anggaplah usul orang lain yang terbaik.
  6. Apabila usul kita di terima segera ber istigfar , sebab mungkin saja usul itu mendatangkan mudharat bagi orang lain ,sebaliknya jika usulan kita di tolak maka ucapkan Alhamdulillah.
  7. Tidak memotong pembicaraan ( interupsi ),tunggulah orang lain selesai bicara dan tidak boleh menguatkan pendapat orang lain.
  8. Keputusan bukanlah pada suara yang terbanyak. Kebenaran hanya pada Allah dan Rasul-Nya.hendaknya keputusan sesuai dengan laporan ( kargozari ) atau data yang ada.
  9. Tidak mengajukan diri sendiri dalam suatu tugas , kecuali tugas Khidmat dan Mutakallim.
  10. Apabila keputusan telah di tetapkan ,maka ini adalah suatu amanah dari Allah SWT dan siap melaksanakannya ( sami”na wa athana ). Menerima keputusan musyawarah sebagai hadiah bukan sebagai beban.
  11. Apabila dari hasil musyawarah terjadi hal yang tidak diinginkan maka janganlah berandai – andai.hal ini akan menimbulkan peluang syetan untuk memecah hati kita.
  12. Perbedaan pendapat dalam musyawarah adalah rahmat tetapi beda pendapat di luar musyawarah adalah Laknat
« Baca Selengkapnya »

Adab Bermain, Bercanda, dan Hiburan

Permainan yang dibolehkan
1.    Dibolehkan mengadakan perlombaan :

  • Balap unta
  • Balap kuda ( Rasulullah saw mempunyai kuda yang selalu menang dalam lomba)
  • Balap lari. ( Rasulullah saw biasa berlomba lari dengan `Aisyah r.ha, istrinya)
  • Memanah
2.    Dalam lomba di bolehkan memberikan hadiah kepada pemenang (Ahmad)
3.    Dibolehkan bermain gulat. Rasulullah saw biasa bermain gulat dengan Rukanah (ketika itu belum masuk Islam). (Abu Daud).
4.    Dibolehkan bermain anggar atau perang-perangan (Bukhari,Muslim)
5.    Dibolehkan bersya`ir atau berpuisi selama tidak memuji manusia atau makhluk lainnya. Akan tetapi walaupun dibolehkan lebih baik diisi dengan membaca al-Qur an atau dzikrullah (Al-Qur an, Hadits)
6.    Boleh bermain ayunan (Bukhari, Muslim, Nasa`I)

Permainan yang tidak dibolehkan
1.    Tidak dibolehkan menyembunyikan barang orang lain baik hanya sekedar bermain-main apalagi sungguhan.(Abu Daud)
2.    Jangan sekali-kali mengejutkan atau membuat kaget orang lain walaupun hanya bercanda ( Abu Daud)
3.    Biasanya nyanyian akan menimbulkan kemunafikan dalam hati. Maka sebaiknya meninggalkan nyanyian yang akan melalaikan kita dari mengingat Allah swt.
4.    Tidak diperbolehkan bermain seruling ataupun hanya mendengarkannya. Disunnahkan jika mendengar suara seruling agar menutup telinga. Rasulullah saw melarang memainkannya dan tidak suka mendengarkannya. (Abu Daud).
5.    Jangan bermain yang laki-laki menyerupai wanita atau meniru seperti wanita atau sebaliknya. (Abu Daud).
6.    Tidak diperbolehkan bermain dadu, halma, ular tangga dan sejenisnya. Rasulullah saw telah melarang bermain denagannya. (Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud).
7.    Tidak dibolehkan bermain catur (Tirmidzi, Ahmad)
8.    Jangan bermain di tempat pemandian yang didalamnya bercampur antara laki-laki dan perempuan.(Abu Daud, Ibnu Majah).
9.    Diharamkan berbohong walaupun dalam bercanda atau bergurau. Celaka bagi seseorang yang sengaja berdusta agar orang-orang tertawa (Bukhari, Muslim).
« Baca Selengkapnya »